Potensi Orang Dengan Kepribadian Pembantah

Potensi Orang Dengan Kepribadian Pembantah

Daftar Isi

Potensi adalah kata yang tidak begitu asing di telinga. Namun, tahukah kamu apa arti dari kata potensi? Perlu kamu tahu bahwa potensi berarti kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang dimana kemampuan tersebut dapat mengantarkannya pada tujuan – tujuan yang dikehendaki.

Pada bahasan kali ini akan dipaparkan seputar potensi – potensi yang dimiliki oleh orang yang memiliki kepribadian pembantah. Disertakan pula cara mengarahkan orang tersebut agar potensi yang dimilikinya dapat dioptimalkan demi mencapai kesuksesan.

Memiliki Kecerdasan Linguistik

Potensi pertama yang dimiliki orang berkepribadian pembantah adalah kecerdasan linguistik. Kecerdasan linguistik dapat diartikan sebagai kecerdasan yang dibutuhkan untuk mengolah bahasa secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan linguistik ini sangat penting dalam proses belajar bahasa di lembaga – lembaga pendidikan formal seperti sekolah atau universitas karena dapat menunjang kemampuan merangkai kata dan berkomunikasi secara baik di hadapan orang banyak.

Selain itu kecerdasan ini juga sangat membantu dalam memahami dan mempelajari bahasa – bahasa baru.

Jika orang berkepribadian pembantah dapat diarahkan untuk menemukan potensi dalam hal linguistik, maka tidak menutup kemungkinan di masa depan dia akan sukses menjadi tenaga pendidik seperti guru/dosen, presenter acara berita, pembicara seminar, penulis, jurnalis media massa, dan lainnya.

Cara Mengarahkan

Cara mengarahkan orang berkepribadian pembantah untuk menemukan potensi berupa kecerdasan linguistik adalah sebagai berikut:

Membuatnya Tertarik Membaca Buku

Kamu perlu membuat orang berkepribadian pembantah untuk tertarik membaca buku. Berikut tiga cara yang dapat kamu terapkan:

  • Ajak ia berjalan – jalan ke toko buku secara rutin, baik untuk membaca maupun sekedar melihat buku – buku yang baru terbit.
  • Ajak ia mengunjungi perpustakaan secara teratur, setidaknya setiap dua minggu sekali.
  • Pinjamkan buku kamu yang sekiranya membuatnya tertarik untuk membaca.

Mengajaknya Mengikut Seminar

Langkah selanjutnya, cobalah kamu mengajak orang berkepribadian pembantah untuk mengikuti seminar. Di era modern saat ini, berbagai seminar sering diadakan, baik oleh institusi maupun perorangan. Namun, sebaiknya ajaklah ia hanya pada seminar – seminar yang dihadiri oleh pembicara terkenal dan sesuai dengan bidang kesukaannya.

Mengajak Bergabung dengan Kelompok Berbicara dan Jurnalistik

Cara berikutnya, ajaklah orang berkepribadian pembantah bergabung dengan kelompok berbicara dan jurnalistik. Hal ini ditujukan untuk melatih dirinya agar semakin mahir dalam berbicara di depan banyak orang serta meningkatkan skill menulisnya. Terdapat banyak kelompok berbicara dan jurnalistik yang bisa kamu temukan melalui internet.

Menganjurkannya untuk Mendengarkan Rekaman Pembicara yang Sudah Terkenal

Tips, selanjutnya berikan anjuran kepada orang berkepribadian pembantah untuk mendengarkan rekaman pembicara yang sudah terkenal, seperti pemateri seminar, presenter acara berita, dan sebagainya, sesuai keinginannya. Hal ini sebagai pembelajaran agar ia bisa belajar berbicara di hadapan banyak orang dengan baik dan benar, seperti sang pembicara terkenal tersebut.

Menganjurkannya Menulis tentang Apa yang Dipikirkannya Setiap Hari, kemudian Mempresentasikannya

Cara terakhir yang dapat kamu lakukan adalah dengan menganjurkan orang berkepribadian pembantah untuk menuliskan hal – hal yang dia pikirkan setiap hari. Mulai dari opini sampai ide – ide cemerlang. Setelah itu, mintalah dirinya untuk mempresentasikan tulisannya tersebut di depan keluarga atau sahabat.

Mampu Menulis dengan Baik dan Kreatif

Potensi kedua yang dimiliki orang berkepribadian pembantah adalah mampu menulis dengan baik dan kreatif. Tentu saja, kreatifitas tidak muncul dengan sendirinya, melainkan karena diasah secara terus – menerus. Cara yang bisa dilakukan untuk mengasah kreatifitas antara lain banyak membaca buku atau menulis di buku harian setiap hari.

Jika orang berkepribadian pembantah dapat diarahkan untuk menemukan potensi yang satu ini maka tidak menutuk kemungkinan di masa depan ia akan sukses menjadi penulis buku, novel, cerita anak, cerita pendek, atau penyusun skenario film.

Cara Mengarahkannya

Cara mengarahkan orang berkepribadian pembantah agar mampu menemukan potensi untuk dapat menulis dengan baik dan kreatif adalah sebagai berikut:

Menganjurkan Membiasakan Diri Membaca Buku Setiap Hari

Tips pertama yang harus anda lakukan adalah memberikan saran kepada orang berkepribadian pembantah untuk membiasakan diri membaca buku setiap hari. Cara yang dapat dilakukan, diantaranya memberikan buku – buku kamu yang dia sukai, kemudia memintanya membaca minimal satu bab per hari.

Menganjurkan Menulis Kesimpulan dari Buku yang Dibaca

Tips kedua adalah memberi anjuran kepada orang berkepribadian pembantah untuk menulis kesimpulan dari buku yang dibaca dengan bahasanya sendiri. Namun, apabila dia belum mampu menggunakan bahasa sendiri maka diperbolehkan menerapkan cara ATM, yakni amati, tiru, dan modifikasi.

Menganjurkannya Bergabung dengan Komunitas Penulis

Tips ketiga yang tidak kalah penting adalah memberikan masukan kepada orang berkepribadian pembantah untuk bergabung dengan komunitas penulis. Ada banyak komunitas penulis yang bisa dijadikan sebagai tempat bergabung dengan bimbingan langsung dari penulis terkenal.

Namun, apabila kamu merasa kesulitan menemukan komunitas penulis, sebagai gantinya berikan anjuran kepadanya untuk mengikuti sekolah penulisan yang sekarang ini banyak dibuka oleh lembaga – lembaga di bidan jurnalistik.

Menganjurkannya Berlatih Menulis dari Inspirasi Sendiri

Tips keempat yang dapat kamu lakukan adalah menganjurkan oran berkepribadian pembantah untuk berlatih menulis berdasarkan inspirasi diri sendiri. Tulisan tersebut dapat berhubungan dengan tema apapun, tidak terkecuali sastra, politik, hukum, kuliner, dan sebagainya. Latihan ini sangat bermanfaat untuk membantunya mengasah kreatifitas di bidan kepenulisan.

Mendorongnya Mengikuti Lomba Kepenulisan

Tips terakhir yang tidak kalah penting adalah memberikan dorongan kepada orang berkepribadian pembantah untuk mengikuti lomba kepenulisan. Bukan mustahil, tulisannya itu akan mendapatkan apresiasi dari para dewan juri. Dengan menganjurkan mengikuti lomba/kompetisi menulis, kreatifitasnya akan lebih terasah sehingga hasilnya pun semakin bagus.

Pandai bercerita, Baik Fiksi Maupun Fakta

Potensi ketiga yang dimiliki orang berkepribadian pembantah adalah pandai bercerita, baik fiksi maupun fakta. Tentu saja, kepandaian tersebut tidak langsung ada secara tiba – tiba, melainkan muncul karena digali terus – menerus melalui beberapa cara, diantaranya berbagi cerita dengan orang lain seputar hal – hal yang baru saja dilihat, didengar, dan dialami; banyak mendengarkan cerita lewat radio atau menyaksikan kisah di televisi.

Jika orang berkepribadian pembantah dapat diarahkan untuk menemukan potensi berupa kepandaian dalam hal bercerita, bukan tidak mungkin di masa depan ia akan sukses menjadi pendongeng cerita anak, cerita rakyat, pembicara seminar, motivator sukses, atau pengamat sejarah.

Cara Mengarahkannya

Cara mengarahkan orang berkepribadian pembantah untuk menemukan potensi berupa kepandaian dalam bercerita, baik fiksi maupun fakta adalah sebagai berikut:

Menganjurkannya untuk Banyak Mendengarkan

Cara pertama, berikan saran kepada orang berkepribadian pembantah untuk banyak mendengarkan cerita pendongeng atau ceramah pembicara andal. Hal tersebut perlu dilakukan karena kunci utama untuk pandai bercerita baik fiksi maupun fakta dimulai dari banyak mendengarkan.

Menganjurkannya Memahami Setiap Kata yang Didengar

Cara kedua, berikan anjuran kepada orang berkepribadian pembantah untuk memahami dengan baik setiap kata yang didengar. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan diri dari kesalah pahaman akibat keliru saat mendengarkan pembicaraan. Selain itu, cara ini berguna untuk melatih kemampuan otak dalam merespons segala ucapan yang masuk melalui indra pendengaran.

Menganjurkannya Memperluas Wawasan

Cara ketiga, berikan nasihat kepada orang berkepribadian pembantah untuk memperluas wawasan dengan membaca buku. Tentu saja, buku yang dibaca harus disesuaikan dengan bidang yang ingin dikuasainya. Jangan sampai memaksanya membaca buku – buku yang kamu inginkan, karena hal itu adalah tindakan yang keliru.

Menganjurkannya Berlatih Pernapasan

Cara keempat yang tidak kalah penting adalah menganjurkan orang berkepribadian pembantah untuk berlatih pernapasan. Hal ini sangat bermanfaat baginya untuk mendukung getaran dan proyeksi suara yang keluar dari mulut, khususnya saat hendak bercerita. Apabila ia tidak mengetahui cara berlatih pernapasan maka andalah yang harus memberikan contoh kepadanya.

Menganjurkannya Bercerita Setiap Hari

Cara kelima adalah menganjurkan orang berkepribadian pembantah untuk bercerita setiap hari. Hal ini dimaksudkan sebagai ajang latihan untuk terus mengasah potensinya agar semakin terampil dalam bercerita. Berkaitan dengan hal ini, kamu bisa mangatakan bahwa dia dapat bercerita seputar hal – hal yang dilihat, dirasakan, dan dialami setiap hari.

Memperingatkannya agar Tidak Bertele – Tele saat Bercerita

Cara terakhir yang tidak boleh dianggap remeh adalah memperingatkan orang berkepribadian pembantah agar tidak bertele – tele saat menyampaikan cerita. Hal ini dimaksudkan agar ia fokus dalam bercerita sehingga apa yang disampaikannya dapat diterima dengan baik oleh indra pendengaran dan tidak dianggap hanya bermain – main.

Memiliki Kemampuan Berkomunikasi yang Baik

Potensi keempat dari orang berkepribadian pembantah adalah memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Potensi ini tumbuh seiring dengan keinginannya untuk bisa mengungkapkan maksud dan pikiran kepada orang lain secara efektif. Sehingga, apa yang dia ungkapkan dapat ditangkap dengan baik oleh pendengar/lawan bicara.

Jika orang berkepribadian pembantah dapat diarahkan untuk menemukan potensi dalam hal kemampuan berkomunikasi, tidak menutup kemungkinan di masa depan dia akan sukses menjalani profesi sebagai marketing, sales/penjual, pemasar jaringan (multilevel marketing), agen properti, atau makelar mobil.

Cara Mengarahkannya

Tips/cara mengarahkan orang berkepribadian pembantah untuk menemukan potensi berupa kemampuan komunikasi yang baik adalah sebagai berikut:

Mengajarkan Cara Berkenalan yang Baik dengan Orang Lain

Ajarkan pemilik kepribadian pembantah cara berkenalan yang baik dengan orang lain. Hal ini sangat penting karena berkenalan merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi secara efektif. Jika ternyata kamu pun tidak mengerti cara berkenalan yang baik dengan orang lain, bacalah buku ‘Skill with People’ karya Less Giblin. Di dalam buku tersebut terdapat banyak panduan mengenai cara berkenalan dengan baik yang dapat membantu kamu mengarahkan orang berkepribadian pembantah.

Menganjurkannya Membaca Buku Karya Dale Carnegie

Tips selanjutnya, kamu dapat menganjurkan orang berkepribadian pembantah untuk membaca buku ‘Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Oran Lain’ karya Dale Carnegie. Hal ini bertujuan agar ia mendapatkan wawasan baru seputar cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain.

Menganjurkannya Etika Berbicara yang Baik

Cara berikutnya yang tidak kalah penting adalah mengajarkan etika berbicara kepada orang berkepribadian pembantah. Dalam hubungannya dengan hal ini, kamu bisa memberikan pemahaman dan contoh cara menggunakan suara yang baik, bagaimana fokus pada lawan bicara, bagaimana berkata tanpa menyinggung perasaan, serta bagaimana berjabat tangan dengan baik setelah berbicara.

Mendorongnya Tampil dengan Tingkat Energi yang Lebih Tinggi Dibanding Orang Lain

Cara terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah mendorong pemilik kepribadian pembantah untuk selalu tampil dengan tingkat energi yang lebih tinggi dibanding orang lain pada umumnya. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk citra diri yang positif di depan orang lain. Sebab, pada dasarnya, manusia merasa senang dan nyaman jika berada di sekitar orang yang bisa membuatnya bersemangat–bukan malah melemahkan semangat.

Mudah Memahami Segala Jenis Buku yang Dibaca

Potensi kelima yang dimiliki orang berkepribadian pembantah adalah mudah memahami segala jenis buku yang dibaca. Hal ini tentu saja menjadi potensi paling berharga di antara yang lainnya. Sebab, pada umumnya, kebanyakan orang tidak memiliki potensi ini. Adapun bagi orang – orang yang berkepribadian pembantah, potensi ini sepenuhnya ada didalam diri mereka. Hanya saja, mereka harus menemukan/menyadarinya agar potensi tersebut dapat dipergunakan.

Jika orang berkepribadian pembantah mampu diarahkan untuk menemukan potensi terbesarnya ini, tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang dia akan sukses menjadi peresensi buku umum, resensor novel, penerjemah buku berbahasa asing, atau penyunting segala jenis buku.

Cara Mengarahkannya

Cara mengarahkan orang berkepribadian pembantah untuk menemukan potensi berupa mudah memahami segala jenis buku yang dibaca adalah sebagai berikut:

Mendukungnya Menjadi Pembaca Aktif

Syarat utama untuk bisa menemukan potensi mudah memahami segala jenis buku adalah menjadi pembaca aktif. Oleh sebab itu, kamu harus mendukung penuh oran berkepribadian pembantah agar aktif membaca. Kamu harus mampu membuatnya tertarik untuk membaca buku terlebih dahulu. Setelah hal itu berhasil dilakukan, secara otomatis dia akan semakin menyukai aktifitas membaca.

Mengajarkan Enam Kata Tanya Kepadanya

Cara selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mengajarkan enam kata tanya kepada orang yang berkepribadian pembantah. Enam kata tanya tersebut meliputi siapa, kapan, dimana, apa, mengapa, dan bagaimana. Semua kata tanya tersebut digunakan untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan yang dibuat sendiri berdasarkan bacaan.

Mengajarkannya Cara Memahami Bacaan dengan Baik

Cara berikutnya yang tidak kalah penting ialah mengajarkan orang berkepribadian pembantah untuk dapat memahami bacaan dengan baik. Kamu harus mengajarkan bahwa membaca harus berfokus pada gagasan, bukan kata – kata. Sebab, seorang penulis pasti menyampaikan pemikirannya melalui gagasan. Sementara, kata yang digunakan hanya berfungsi untuk menyampaikan gagasan.

Mengingatkannya untuk Mencatat Hal – Hal yang Tidak Dipahami

Hal lain yang perlu kamu lakukan adalah mengingatkan orang berkepribadian pembantah untuk mencatat hal – hal yang tidak dipahami pada bacaan. Setelah dia mencatat semuanya, berikan anjuran untuk membaca secara berulang – ulang hal – hal yang tidak dipahami tersebut sampai akhirnya dia dapat memahami arti yang sebenarnya.

Mendorongnya Menulis Review

Hal terakhir yang tidak boleh kamu lewatkan adalah mendorong orang berkepribadian pembantah untuk menulis review dari buku yang dibaca. Dalam melakukan hal ini, sebaiknya kamu jangan menunggu sampai dia membaca buku sampai habis, tetapi dorong dia untuk menulis review berdasarkan apa yang telah dia baca. Sehingga, review yang ditulis ini boleh hanya satu, dua, atau tiga bab terlebih dahulu. Tergantung dari sejauh mana dia telah membaca buku.

Mudah menghafal Kata – Kata yang Masih Asing

Potensi keenam yang dimiliki orang berkepribadian pembantah adalah mudah menghafal kata – kata yang masih asing. Potensi ini dapat muncul seiring dengan kebiasaan membaca koran atau mendengar orang asing bercakap – cakap. Ada banyak kata asing yang dapat dihafal oleh orang berkepribadian pembantah. Hal itu disebabkan dia memiliki daya ingat yang sangat baik.

Jika pemilik kepribadian pembantah mampu diarahkan untuk menemukan potensi menghafal kata – kata asing, bukan hal yang mustahil di masa depan dia akan sukses menjalani profesi sebagai ahli bahasa, editor/penyunting buku, atau dosen.

Cara Mengarahkannya

Tips/cara mengarahkan orang berkepribadian pembantah untuk menemukan potensi berupa mudah menghafal kata – kata yang masih asing adalah sebagai berikut:

Mendorongnya Membaca Koran Setiap Hari

Pada umumnya, di dalam koran (surat kabar) terdapat kata – kata yang masih asing atau jarang diketahui banyak orang. Oleh karena itu, tugas kamu adalah mendorong orang berkepribadian pembantah untuk membaca koran setiap hari. Koran/surat kabar yang dibaca boleh koran lokal atau nasional, tetapi harus memiliki reputasi yang baik menurut publik pada umumnya.

Mendorongnya Menyaksikan Berita Setiap Hari

Apabila kamu mengalami kesulitan mendorong orang berkepribadian pembantah membaca surat kabar, sebagai gantinya kamu bisa mendorongnya menyaksikan berita di televisi setiap hari. Baik surat kabar maupun berita di televisi sebenarnya tidak jauh berbeda, dalam arti keduanya sama – sama sering menyajikan kata – kata yang masih asing bagi kebanyakan orang.

Mengajaknya Berbicara dengan Kata – Kata yang Masih Asing

Apabila aktifitas membaca koran atau mendengarkan berita di televisi sudah menjadi kebiasaan orang berkepribadian pembantah, selanjutnya kamu bisa mencoba mengajaknya berbicara dengan kata – kata yang masih asing. Ajaklah dia melakukan hal itu untuk mengetahui seberapa jauh dirinya menguasai kata – kata asing tersebut. Hal itu juga berguna mengasah potensinya dalam menghafal jenis kata tersebut.

Memancingnya Membiasakan Diri Berbicara dengan Kata – Kata yang Masih Asing

Cara terakhir yang tidak boleh dilewatkan adalah memancing pemilik berkepribadian pembantah untuk membiasakan diri berbicara dengan kata – kata asing. Hal itu dapat dilakukan dengan mengajaknya berkomunikasi dengan kata – kata yang masih asing. Sehingga, dia pun pasti terpancing untuk berbicara dengan kata – kata sejenis. Usahakan komunikasi tersebut berjalan setiap hari sampai dia mulai terbiasa dan tidak lagi merasa asing dengan kata – kata tersebut.

Semua cara mengarahkan orang berkepribadian pembantah tidak akan efektif jika kamu belum berhasil mengatasinya. Sebab, kemampuan mengatasi orang tersebut merupakan kunci utama di dalam mengarahkan dirinya untuk menemukan potensinya.

TAGS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *