Potensi Orang Dengan Kepribadian Fanatik

Potensi Orang Dengan Kepribadian Fanatik

Daftar Isi

Setelah pembahasan bagaimana cara menemukan potensi orang dengan kepribadian pembantah, kali ini akan di bahas bagaimana cara menemukan potensi orang dengan kepribadian fanatik dan cara mengarahkannya. Diharapkan, kamu bisa memahami dengan baik agar tidak salah mempraktikkannya.

Memiliki Kecerdasan Intrapersonal

Potensi pertama yang dimiliki orang berkepribadian fanatik adalah memiliki kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan intrapersonal sering dihubungkan dengan kemampuan mengenali atau memahami diri sendiri termasuk kekuatan dan kelemahan yang ada di dalamnya. Kecerdasan ini dapat membuat setiap pemiliknya merenungkan sesuatu yang ingin dicapai dalam hidup sehingga segala tindakan yang ditempuh pasti berorientasi pada pencapaian tujuan.

Jika orang dengan kepribadian fantik mampu diarahkan untuk menemukan potensi kecerdasan intrapersonal, maka tidak menutup kemungkinan di masa depan ia akan sukses menjadi pengusaha/wirausaha, konselor, motivator, atau developer.

Cara Mengarahkannya

Cara mengarahkan orang berkepribadian fanatik untuk menemukan potensi berupa kecerdasan intrapersonal adalah sebagai berikut.

Mengingatkannya Tentang Impian-Impiannya

Setiap orang pasti mempunyai impian, tak terkecuali orang dengan kepribadian fanatik. Bahkan, terkadang mereka berharap dapat mencapai impian dengan mudah. Maka, hal pertama yang perlu kamu lakukan untuk membantu menemukan potensi orang berkepribadian fanatik adalah mengingatkan dirinya tentang impiannya.

Caranya, tentu saja dengan bertanya mengenai impian-impian yang ingin di wujudkannya serta menunjukkan bahwa setiap orang bisa mewujudkan impian sesuai dengan waktu yang diinginkan.

Membantunya Menggali Tujuan Hidup Secara Lebih Mendalam

Hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah membantu orang berkepribadian fanatik untuk menggali tujuan hidupnya secara lebih mendalam. Mulai dari tujuan hidup jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Dalam melakukan hal ini, kamu dapat mencontohkan macam-macam tujuan hidup yang bisa dicapai dalam waktu satu tahun, dua tahun, lima tahun, sampai sepuluh tahun ke depan.

Memberikan Dukungan atas Segala Usaha yang Dilakukan

Hal terakhir yang harus kamu lakukan adalah memberikan dukungan kepada orang berkepribadian fanatik atas segala usaha yang telah dilakukan. Jangan sampai kamu tidak menunjukan rasa senang atau sikap antipati terhadap segala usaha yang telah dilakukannya.

Sebab, keberadaan dukungan dari kamu sangatlah penting untuk memotivasi dirinya agar sukses dalam menjalankan segala usaha.

Mudah dalam belajar Banyak Hal secara Autodidak

Potensi kedua yang dimiliki orang dengan kepribadian fanatik adalah mudah dalam belajar banyak hal secara autodidak. Berkaitan dengan autodidak, hal ini tidak bisa dilakukan oleh banyak orang. Sebab dalam kenyataannya, untuk menjadi seorang yang autodidak membutuhkan kecerdasan otak yang tinggi. Maka, orang berkepribadian fanatik dapat dikatakan sangat beruntung karena ternyata dia menyimpan bisa belajar secara autodidak.

Jika orang berkepribadian fanatik tinggi dapat diarahkan untuk menemukan potensi ini, tidak menutup kemungkinan di masa depan dia akan sukses menjalani profesi sebagai wirausaha, pesulap, penata rias, pemain musik, atau pialang saham yang dapat dipelajari secara autodidak.

Cara Mengarahkannya

Cara mengarahkan orang berkepribadian fanatik untuk menemukan potensi berupa mudah belajar banyak hal secara autodidak adalah sebagai berikut.

Membuat Daftar Hal yang Harus Dipelajari

Kunci utama untuk bisa menemukan potensi mudah belajar banyak hal secara autodidak adalah terus belajar. Oleh karena itu, tugas pertama kamu adalah membuatkan daftar hal yang harus dia pelajari. Daftar ini harus kamu susun mulai dari yang mudah terlebih dahulu, baru kemudian meningkat secara bertahap sampai yang tersulit. Jangan sampai kamu melakukan sebaliknya, karena hal ini ditujukan untuk memudahkannya dalam belajar.

Menganjurkannya Belajar Satu Demi Satu

Langkah selanjutnya, kamu harus menganjurkan orang dengan kepribadian fanatik untuk belajar satu demi satu. Dengan kata lain, fokus pada satu hal terlebih dahulu sebelum melakukan hal lain. Anjuran dari kamu ini sangat penting agar diat tidak salah dalam melangkah.

Sebab, apabila dia mempelajari banyak hal secara bersamaan maka boleh jadi apa yang dia pelajari tidak masuk/tersimpan di dalam otak. Akibatnya, dia pun tidak dapat menemukan potensinya, yaitu mampu dalam mudah belajar banyak hal secara autodidak.

Memotivasinya Setiap Saat

Motivasi dari kamu sangat dibutuhkan oleh orang berkepribadian fanatik dalam proses menemukan potensi mudah belajar banyak hal secara autodidak. Oleh karena itu, hal yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah memotivasinya setiap saat dengan cara memberikannya pujian atas kemajuan yang telah dia tunjukkan.

Membujuknya untuk Mempraktikkan Segala Hal yang Telah Dipelajari

Cara terakhir yang harus kamu lakukan adalah membujuk orang berkepribadian fanatik untuk mempraktikkan hal-hal yang telah ia pelajari. Dalam melakukan hal ini, katakan kepadanya bahwa kamu benar-benar ingin melihat secara langsung kemajuan-kemajuan yang telah dia capai.

Mampu Membuat Perencanaan dengan Baik

Potensi ketiga yang dimiliki orang berkepribadian fanatik adalah mampu membuat perencanaan dengan baik. Yakni, perencanaan yang bisa membuat segala sesuatu berjalan dengan lancar dan sesuai keinginan. Lebih dari itu, perencanaan yang baik ini juga harus meliputi unsur-unsur seperti simpel, mudah dipahami, fleksibel, rasional, dan sebagainya.

Jika orang berkepribadian fanatik dapat diarahkan untuk menemukan potensi ini maka tidak menutup kemungkinan, di masa yang akan datang dia akan sukses menjadi seorang manajer, general manajer, konsultan keuangan keluarga, konsultan keuangan perusahaan, atau konsultan bisnis.

Cara Mengarahkannya

Cara mengarahkan orang berkepribadian fanatik tinggi untuk menemukan potensi berupa mampu membuat perencanaan dengan baik adalah sebagai berikut.

Mengajaknya Memikirkan dan Membayangkan Sesuatu yang Diinginkan

Tugas pertama kamu adalah mengajak orang berkepribadian fanatik untuk memikirkan dan membayangkan sesuatu yang dia inginkan. Tentu saja keinginan yang dimaksud di sini berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai. Maka, jangan sampai kamu lupa bertanya dan mengingatkan tentang target ketika mengajaknya memikirkan dan membayangkan sesuatu yang dia inginkan.

Memintanya Membuat Rencana sesuai Target

Hal berikutnya yang harus kamu lakukan adalah meminta orang berkepribadian fanatik untuk membuat rencana sesuai dengan target. Rencana yang dibuat boleh harian, mingguan, atau bulanan. Tetapi rencana tersebut harus terperinci dan memungkinkan untuk bisa dicapai dalam waktu yang ditentukan.

Setelah selesai membuat rencana yang dimaksud, berikan penilaian apakah rencana tersebut sudah mengarah pada target atau justru menjauhkannya. Apabila dirasa menjauhkan dari target, kamu harus memintanya untuk menyusun ulang rencana yang sesuai dengan target.

Menganjurkannya Mengasah Keterampilan

Langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah menganjurkan orang berkepribadian fanatik untuk terus mengasah keterampilan. Tentu saja, keterampilan yang diasah itu harus dapat digunakan untuk mencapai target yang diinginkan. Jangan sampai kamu menganjurkannya mengasah keterampilan yang tidak dapat digunakan untuk mencapai target, karena hal tersebut sama saja sia-sia.

Menganjurkannya Mendengarkan Suara-Suara Positif

Cara terakhir yang tidak boleh kamu lewatkan adalah menganjurkan orang berkepribadian fanatik untuk mendengarkan suara-suara positif, bukan bisikan atau perkataan negatif. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif yang dapat melemahkan dalam usahanya mencapai target.

Dalam melakukan hal ini, kamu dapat berkata kepadanya, “Seringlah mendengarkan suara-suara positif yang keluar dari dalam hati kamu sendiri. Jangan sekali-kali mengikuti suara-suara negatif dari orang lain, karena hal itu justru dapat melemahkan dan pasti bukan yang terbaik untuk kamu”.

Mampu Bersikap Mandiri dalam Segala Hal

Potensi keempat yang dimiliki orang berkepribadian fanatik adalah mampu bersikap mandiri dalam segala hal. Adapun mandiri yang dimaksud disini berarti bisa memenuhi kebutuhan serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Tentu saja, potensi ini tergolong sangat langka.

Sebab dalam kenyataannya, potensi ini tidak dimiliki oleh banyak orang. Maka, orang berkepribadian fanatik yang memiliki potensi ini dapat dikatakan sangat beruntung karena memiliki potensi langka yang hanya dimiliki segelintir orang.

Jika orang berkepribadian fanatik dapat diarahkan untuk menemukan potensi ini maka sangat mungkin di masa depan dia akan sukses menjadi seorang pengusaha, baik pengusaha warung makan, waralaba, mebel, kue, maupun katering.

Cara Mengarahkannya

Tips/cara mengarahkan orang berkepribadian fanatik untuk menemukan potensi berupa mampu bersikap mandiri dalam segala hal adalah sebagai berikut.

Menekankannya untuk Selalu Menambah Kapasitas Keilmuan

Tips pertama yang harus kamu lakukan adalah menekankan kepada orang berkepribadian fanatik untuk senantiasa menambah kapasitas keilmuannya. Hal ini dimaksudkan agar penugasannya di bidang ilmu dapat terus meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia. Ilmu yang terus bertambah tentu saja dapat membantunya dalam menemukan potensi diri berupa mampu bersikap mandiri dalam segala hal.

Menekankannya untuk Mempraktikkan secara Langsung Ilmu yang Didapat

Tips kedua yang patut kamu perhatikan adalah menekankan kepada orang berkepribadian fanatik untuk mempraktikkan secara langsung ilmu yang telah didapat. Hal ini sangat penting dilakukan, karena ilmu tanpa praktik adalah teori yang tidak membawa manfaat. Jadi, setelah dia mendapatkan pelajaran baru, berikan dorongan agar segera mempraktikkan ilmu yang baru saja didapatnya tersebut.

Menyalakan Semangatnya untuk Selalu Siap Tempur

Tips ketiga yang tidak kalah penting adalah kamu harus menyalakan semangat orang berkepribadian fanatik untuk selalu siap tempur. Hal ini dilakukan agar dia menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah, serta siap menghadapi segala tantangan atau rintangan yang senantiasa menghadang.

Menasihatinya agar Selalu Belajar dari Masalah

Tips keempat untuk membantu orang berkepribadian fanatik adalah menasihatinya untuk selalu belajar dari masalah. Ketika kamu melakukan hal ini, jangan lupa untuk memberikan contoh agar mengambil pelajaran dari masalah. Boleh jadi, kamu dapat mengatakan bahwa cara terbaik aalah dengan mengambil sisi positif dari masalah tersebut serta bersikap optimistis mampu menghadapi dan mengatasinya.

Mendorongnya agar Menjadi Pribadi yang Komunikatif

Tips terakhir yang tidak boleh kamu lupakan adalah harus mendorong orang berkepribadian fanatik agar menjadi pribadi yang komunikatif. Yang dimaksud komunikatif disini adalah aktif berkomunikasi dengan lingkungan. Jadi dalam hal ini, dia tidak diperbolehkan menjadi pribadi yang pendiam atau acuh terhadap lingkungan sekitarnya.

Memiliki Semangat dan Daya Juang Tinggi

Potensi kelima yang dimiliki orang berkepribadian fanatik adalah memiliki semangat dan daya juang tinggi. Potensi ini mempunyai manfaat yang sangat besar bagi pemiliknya. Sebab, segala kesuksesan hidup hanya dapat diraih dengan potensi ini. Apapun bentuk kesuksesan hidup, baik hubungan sosial, karir, bisnis, maupun keluarga akan lebih mudah, cepat, dan terjamin keberhasilannya apabila potensi ini dapat dimaksimalkan.

Jika orang berkepribadian fanatik mampu diarahkan untuk menemukan potensi berwujud semangat dan daya juang tinggi, bukan mustahil di masa depan dia akan sukses menjadi pengusaha, pebisnis jaringan, manajer, marketing, atau sales.

Cara Mengarahkannya

Cara mengarahkan orang berkepribadian fanatik agar menemukan semangat dan daya juang tinggi di dalam dirinya adalah sebagai berikut.

Mengingatkannya tentang Impian yang Ingin Dicapai

Setiap orang pasti mempunyai impian, tak terkecuali orang berkepribadian fanatik. Maka, tugas pertama kamu adalah mengingatkannya tentang impian yang ingin dicapai. Kamu dapat melakukannya dengan cara bertanya apa saja impian dan hal-hal besar yang ingin dia wujudkan selama periode/rentang waktu tertentu.

Mengajaknya Berpikir Positif

Cara berikutnya yang perlu kamu lakukan adalah mengajak orang berkepribadian fanatik untuk berpikir positif. Adapun mengenai bentuk berpikir positif ini dapat bermacam-macam. Bisa berupa ucapan syukur yang diungkapkan secara sungguh-sungguh atau dapat juga dengan berkata kepada diri sendiri bahwa pasti ada hikmah di balik setiap peristiwa yang terjadi.

Menguatkan Tekadnya untuk Mewujudkan Impian-Impiannya

Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting, kamu harus menguatkan tekad orang berkepribadian fanatik dalam mewujudkan impian-impiannya. Tekad disini adalah niat yang mendorong timbulnya tindakan riil untuk mewujudkan impian.

Memberikan Buku-Buku Motivasi Kepadanya

Tips terakhir yang tidak boleh dilewatkan, kamu harus memberikan orang berkepribadian fanatik buku-buku motivasi atau yang dapat menggugah semangat untuk melakukan tindakan menuju pencapaian impian. Di toko-toko buku yang ada di kota kamu pasti menyediakan banyak buku bertema motivasi. Sebaliknya, pilihlah hanya buku motivasi yang ditulis oleh penulis ternama dan sesuaikan bidangnya dengan minat orang berkepribadian fanatik.

Memiliki Karakter dan Kebiasaan yang Positif

Potensi keenam yang dimiliki orang berkepribadian fanatik adalah memiliki karakter dan kebiasaan yang positif. Keberadaan potensi ini sangat penting karena dapat membuat kehidupan pemiliknya berjalan dengan baik. Apabila sudah baik, dapat dipastikan kehidupannya akan jauh dari masalah. Jikalau ternyata menghadapi masalah, pemilik potensi ini pasti sangat mudah mengatasinya.

Jika orang berkepribadian fanatik berhasil diarahkan untuk menemukan potensi ini maka sangat mungkin di masa depan dia akan sukses menjadi seorang olahragawan/atlet, pengusaha, dokter, ahli gizi, atau karyawan.

Cara Mengarahkannya

Cara mengarahkan orang berkepribadian fanatik agar dapat menemukan potensi diri berupa memiliki karakter dan kebiasaan yang positif adalah sebagai berikut.

Menasihatinya untuk Memulai Segala Sesuatu dari yang Kecil

Semua orang pasti mengetahui bahwa segala sesuatu yang besar pasti bermulai dari hal-hal kecil. Oleh karena itu, tugas pertama kamu adalah menasihati orang berkepribadian fanatik tinggi agar memulai segala sesuatu dari hal-hal kecil terlebih dahulu.

Memulai dari sesuatu yang kecil memiliki dampak positif berupa mencegah diri dari rasa cepat bosan. Sehingga, apabila dia melakukannya secara terus-menerus, pasti akan membuahkan keberhasilan.

Menasihatinya agar Memilih Pilihan yang Baik

Langkah selanjutnya, kamu harus menasihati orang berkepribadian fanatik agar memilih pilihan yang baik dalam segala aspek kehidupan. Sebagai contoh, dalam berbicara, kamu harus menasihati agar dia senantiasa berbicara yang baik.

Dalam berteman, berikan nasihat agar menjalin hubungan pertemanan dengan baik. Dalam mencari rezeki, ingatkan dia agar mencari sumber rezeki yang halal, dan sebagainya. Dalam melakukan hal ini, katakan kepada dirinya, “Kualitas hidup seseorang tidak bisa lepas dari kualitas sikap dan tindakannya. Oleh sebab itu, pilihlah selalu hal-hal yang baik”.

Membimbingnya agar Selalu Tersenyum dan Percaya Diri

Tips selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah membimbing orang berkepribadian fanatik agar selalu tersenyum dan tampil penuh percaya diri. Ketahuilah bahwa senyum dan percaya diri merupakan dua sikap yang mencerminkan karakter dan kebiasaan positif. Oleh sebab itu, hal ini tidak boleh kamu lewatkan dalam mengarahkannya.

Mendorongnya untuk Berani Mengambil Tindakan

Hal terakhir yang tidak boleh kamu lupakan adalah mendorong orang berkeribadian fanatik untuk berani mengambil tantangan. Maksud tantangan disini adalah ujian untuk menjadi sukses. Sebagai contoh, ketika seseorang ingin sukses dalam bermain saham, maka tantangannya adalah harus berani merugi jika harga saham jatuh. Doronglah dia untuk berani mengambil tantangan agar menjadi orang yang selalu optimis.

Memiliki Penghargaan yang Tinggi terhadap Diri Sendiri

Potensi ketujuh yang dimiliki orang berkepribadian fanatik adalah memiliki penghargaan tinggi terhadap diri sendiri. Potensi ini terbentuk karena dia mempunyai kemampuan untuk memahami dirinya sendiri dengan baik, meliputi perasaan, kelebihan, kekurangan dan sebagainya. Selain itu, potensi ini juga bisa terbentuk karena dia mengerti cara menghargai diri sendiri dengan baik, yakni dengan tidak meremehkan segala usaha yang telah dilakukan, meskipun berujung kegagalan.

Jika orang berkepribadian fanatik dapat diarahkan untuk menemukan potensi ini, kemungkinan besar di masa depan dia akan sukses menjadi motivator, selebriti/artis, penulis, penyair atau novelis.

Cara Mengarahkannya

Cara mengarahkan orang berkepribadian fanatik untuk menemukan potensi berupa memiliki rasa penghargaan yang tinggi terhadap diri sendiri adalah sebagai berikut.

Medorongnya Melakukan Hal Baik kepada Orang Lain

Tugas pertama kamu disini adalah mendorong orang berkepribadian fanatik tinggi untuk melakukan hal baik kepada orang lain. Misalnya, dengan memberi bantuan tenaga, mengusulkan solusi, bersedekah, dan sebagainya. Perbuatan baik yang dia lakukan kepada orang lain itu sangat bermanfaat untuk mendatangkan rasa damai dan sejuk di dalam hati.

Mendorongnya Mengekspresikan Diri dengan Bercerita

Langkah selanjutnya, kamu harus mendorong orang berkepribadian fanatik untuk mengekspresikan diri dengan bercerita. Caranya, antara lain dengan mendorongnya menuliskan pengalaman menarik yang pernah dia alami melalui sebuah buku atau cerita pendek. Namun, apabila ternyata dia tidak suka menulis, kamu tidak perlu memaksanya.

Mendukungnya Melakukan Hal-Hal yang Disukai

Cara selanjutnya, kamu harus mendukung orang berkepribadian fanatik melakukan hal-hal yang disukai selama itu bersifat positif. Jika dia menyukai olahraga seperti fitness, kamu harus mendukungnya melakukan kegiatan itu setiap hari. Jika dia menyukai akting, berikan dukungan agar dia mengikuti kursus akting yang diadakan oleh agen-agen ternama, dan sebagainya.

Menasihatinya untuk Memaafkan Diri Sendiri

Cara berikutnya, kamu perlu menasihati orang berkepribadian fanatik untuk memaafkan diri sendiri. Caranya, cukup berikan nasihat bahwa dia tidak boleh menghukum diri sendiri karena suatu kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu. Sebaliknya, berikan pengertian agar dia melihat pengalaman itu sebagai pelajaran berharga untuk bertindak lebih baik di masa yang akan datang.

Menempelkan Pesan-Pesan positif di Beberapa Tempat yang Mudah Dilihat

Cara terakhir yang tidak boleh diabaikan, kamu dapat menempelkan pesan-pesan positif di beberapa tempat yang mudah dilihat, seperti di ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, dapur, dan sebagainya. Pesan-pesan positif itu akan membuat orang berkepribadian fanatik lebih bersemangat mengejar harapan-harapan yang lebih baik di masa depan.

Semua cara mengarahkan orang berkepribadian fanatik tersebut tidak akan efektif jika kamu belum bisa mengatasinya. Sebab kemampuan mengatasi orang tersebut merupakan kunci utama keberhasilan mengarahkannya menemukan potensinya.

TAGS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *