Perut Bayi Kembung? Ini Tanda, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Perut Bayi Kembung? Ini Tanda, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Terkadang kita masih belum paham mengapa bayi sangat rewel meski sudah diberi ASI atau makanan. Si kecil menangis terus tanpa alasan yang jelas.

Ternyata hal inilah yang justru terjadi pada sang buah hati. Perut bayi yang kembung juga sering kali membuat rewel, pasalnya ia merasakan perutnya yang tidak nyaman, hal ini justru tidak disadari orang tua. Lalu apa yang harus orang tua lakukan dalam menghadapi hal tersebut?. Berikut pembahasannya.

Tanda Perut Bayi Kembung

Terdapat gas yang berlebihan pada saluran pencernaan tentu sangat menyiksa bagi si bayi. Namun para orang tua tidak perlu khawatir karena kondisi ini merupakan hal yang lumrah.

Ini terjadi saat si kecil mengkonsumsi makanan padat pertama kali dan juga saluran pencernaannya yang belum sempurna. Hanya saja jika pada orang dewasa gas dapat mudah dikeluarkan, sedangkan pada bayi sebagian tidak dapat dengan mudah mengeluarkannya dan membutuhkan tenaga ahli untuk mengeluarkannya.

Tanda – tanda perut kembung pada bayi adalah menangis tanpa alasan yang jelas, lebih sering bersendawa dan kentut. Bayi juga sering kali menggeliat dengan melengkungkan punggung ke belakang serta mengangkat kedua kakinya.

Maka dari itu jika orang tua tidak menemukan alasan bayi rewel, cobalah untuk mengecek perutnya apakah terasa agak keras atau tidak. Jika hal itu benar, maka bayi merasakan perutnya kembung.

Penyebab Bayi Mengalami Perut Kembung

Sama seperti orang dewasa, dalam sehari bayi bisa buang gas sebanyak 13 hingga 21 kali. Yang pasti penyebab bayi mengalami perut kembung adalah karena bayi menelan udara terlalu banyak.

Bisa jadi saat hendak minum ASI atau posisi yang salah saat minum. Ada beberapa hal yang menyebabkan bayi mengalami perut kembung yang perlu kamu ketahui, antara lain:

Makanan yang Dikonsumsi Ibu

Bayi mengambil nutrisi dari apa yang ibu makan. Bagi bayi masih meminum ASI, itu bisa disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi ibu.

Maka dari itu, ibu harus memperhatikan apa yang telah dikonsumsi. Sebisa mungkin menghindari makanan yang menciptakan gas seperti kembang kol atau brokoli.

Makanan yang Dikonsumsi Bayi

Bayi yang sudah berusia 6 bulan dan sudah mulai makan – makanan selain ASI, maka ibu harus memperhatikan asupan yang akan diberikan kepada bayi. Meski sayuran baik bagi bayi, namun tidak semua sayuran dapat dikonsumsi secara berlebihan seperti brokoli. Karena brokoli mengandung banyak gas sehingga bisa saja membuat perut bayi menjadi kembung.

Bayi juga tidak dianjurkan minum minuman selain ASI seperti jus. Jus dapat membuat bayi mengalami kembung hingga diare.

Dot Bayi

Perut bayi yang kembung juga bisa disebabkan oleh dot bayi. Maka dari itu bagi para ibu sebaiknya memperhatikan kembali dalam memilih dot bayi yang tepat.

Usahakan pilih ujung dot yang tidak terlalu kecil, sehingga tidak banyak udara yang masuk ke dalam perut bayi saat sedang minum susu.

Alergi

Ada juga sebab khusus mengapa bayi mengalami perut kembung, yaitu alergi. Dimana tubuh bayi mengalami reaksi pada makanan yang dapat memicu gas di dalam lambung.

Cara Mengatasi Perut Bayi yang Kembung

Tidak dengan obat – obatan. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi perut kembung pada bayi, yaitu:

Menenangkan Bayi

Saat bayi mengalami perut kembung, ibu dihadapkan pada permasalahan dimana bayi terus saja menangis. Cobalah menenangkan bayi dan letakkan bayi di kasur dengan posisi telentang.

Kemudian angkat kedua kakinya dan goyang – goyangkan kakinya seperti sedang mengendarai sepeda. Gerakan tersebut mampu membantu mengeluarkan gas dari perut si kecil.

Membetulkan Posisi Saat Menyusui

Saat menyusui, usahakan agar posisi kepala bayi lebih tinggi dari perutnya. Hal itu dapat membuat susu lebih mudah dicerna dan gas bisa mengarah ke atas sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui sendawa.

Tummy Time

Tummy time adalah membiarkan bayi dalam posisi tengkurap. Cara ini bisa memberikan tekanan pada perut sehingga gas dalam perut dapat mudah keluar.

Namun jangan lakukan hal ini tepat setelah bayi makan, karena dapat ditakutkan makanan yang telah akan kembali keluar. Kemudian jangan biarkan tummy time berlangsung hingga bayi tertidur, karena dapat memperbesar risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak.

Untuk meringankan kondisi bayi, cobalah usap – usap dengan lembut punggung bayi untuk membuatnya tetap nyaman.

Kompres Menggunakan Air Hangat

Untuk meringankan perut bayi yang kembung, ibu bisa memandikan atau mengompres si kecil dengan menggunakan air hangat. Cara ini juga memudahkan pengeluaran gas pada perut bayi. Sebab air hangat dapat membuat tubuh bayi menjadi lebih rileks.

Menggunakan Minyak Atsiri atau Essential Oil

Saat ini banyak produk essential oil yang juga bermanfaat untuk meringankan perut kembung pada bayi. Ibu bisa menggunakannya untuk memijit bayi secara perlahan, ditambah aroma terapinya mampu menenangkan dan membuat bayi tetap harum. Lakukan gerakan memijat dengan gerakan searah jarum jam.

Selain itu, harap segera konsultasikan pada dokter, jika terdapat tanda adanya masalah pencernaan yang berlebihan hingga sampai tidak bisa buang air besar, muntah hingga demam yang akan membuat bayi semakin rewel.

Share juga pemikiran kamu di kolom komentar tentang cara penanganan kembung pada bayi. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang yang teredukasi dan dapat melakukan penanganan saat bayi merasa kembung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *