Penyakit Skizofrenia: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit Skizofrenia: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Kesehatan bukan hanya dinilai dari segi fisik saja, tapi yang dinamakan kesehatan adalah keadaan sehat baik fisik, mental, spiritual maupun. Menurut Undnag – Undang nomor 18 tahun 2012 menyatakan kesehatan jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

Sebelumnya, perlu kalian ketahui ada dua kategori kondisi kesehatan jiwa seseorang:

Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK)

ODMK adalah orang yang memiliki masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan, atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa.

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang terangkum sehingga terjadi gejala atau perubahan perilaku yang bermakna serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi sebagai manusia.

Termasuk kategori ODGJ adalah gangguan jiwa berat dimana ditandai dengan terganggunya kemampuan menilai realitas (insight) yang buruk. Gejalanya berupa halusinasi, ilusi, waham (suatu keyakinan yang tidak masuk akal), gangguan proses berpikir, dan tingkah laku aneh. Salah satunya skizofrenia.

Berdasarkan data WHO tahun 2017, perkiraan jumlah penderita gangguan jiwa di dunia sekitar 450 juta jiwa termasuk skizofrenia. Sedangkan di Indonesia, skizofrenia menuruti urutan nomor tiga dalam 10 besar penyakit Mental Disorders.

Penyakit Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental dimana seseorang mengalami waham (suatu keyakinan yang tidak masuk akal). Memiliki pemikiran yang tidak teratur semacam delusi atau halusinasi pendengaran. Sulit membedakan mana yang nyata, mana yang khayalan.

Maka dari itu penderita penyakit skizofrenia sering disebut “gila”. Seseorang yang mengidap penyakit skizofrenia membutuhkan perhatian khusus dan bukanlah hal yang mudah. Butuh bimbingan sehingga pendamping wajib mempelajari sebaik mungkin bagaimana penyakit ini bekerja. Baik dari gejala, penyebab serta pengobatannya.

Penyakit ini tidak bisa ditangani sendiri ataupun hanya pihak keluarga saja. Konsultasi pada psikiater atau dokter menjadi hal yang penting untuk bisa memandu pasien supaya mendapatkan perawatan medis. Karena di banyak kasus seseorang yang mengalami skizofrenia sering dianggap berbahaya sehingga banyak yang mengambil keputusan untuk dipasung.

Hal itu justru semakin membuatnya dikucilkan dan terkurung. Padahal masih ada langkah yang bisa dilakukan asal berlandaskan pada perawatan yang tepat serta pendampingan yang intens pada penderita.

Jenis – Jenis Penyakit Skizofrenia

Penyakit skizofrenia memiliki beberapa jenis-jenis, yang mungkin terjadi pada penderitanya antara lain:

Skizofrenia Paranoid

Jenis ini yang paling umum terjadi, penderita tidak bisa mengendalikan perilakunya karena rasa takut yang tinggi terhadap hal – hal tertentu. Akibatnya penderita sering mengamuk karena sulit mengendalikan emosinya.

Skizofrenia Katatonik

Dibanding jenis skizofrenia paranoid, jenis ini yang paling langka. Umumnya ditandai dengan gerakan yang tidak biasa, terbatas dan tiba – tiba. Penderita mengalami perubahan perilaku dari yang sangat aktif menjadi lebih pendiam dan sebaliknya.

Skizofrenia Tidak Terdiferensiasi

Penderita jenis ini tidak pandai mengekspresikan diri. Lebih banyak diam, namun suatu waktu juga bisa menjadi paranoid.

Skizoafektif Disorder

Penderita akan mengalami delusi dan gejala skizofrenia lainnya, serta dibarengi dengan gangguan mood. Jenis ini termasuk depresi.

Gejala – Gejala Skizofrenia

Gejala – gejala penyakit skizofrenia cukup beragam tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Namun gejala – gejala yang khas di antaranya:

Halusinasi

Penderita sering mendengar, mencium, atau merasakan hal – hal yang tidak nyata. mendengar hal yang tidak nyata menjadi gejala yang sering terjadi. Dengan sering munculnya halusinasi penderita menjadi kurang minat dengan hal – hal yang pernah disukai. Mulai melakukan penarikan diri dari lingkungan sosialnya.

Delusi

Penderita ini mengalami waham, suatu keyakinan yang tidak masuk akal. Penderita merasa diracun, atau disakiti dan tersakiti sebagaimana yang telah digambarkan pada film Black Swan. Pikiran penderita berubah menjadi lebih kacau dan berucap yang membingungkan atau meracau yang tidak jelas.

Masalah Kognitif

Skizofrenia juga berhubungan dengan bagaimana behaviorisme di kehidupannya. Dimana pengajaran orang tua atau lingkungan penderita. Masalah dalam perhatian. konsentrasi dan memori. Gejalanya sulit fokus dan tidak bisa memproses informasi dengan baik selain itu penderita juga bertingkah konyol seperti anak kecil.

Penyebab Skizofrenia

Belum dapat dispesifikasikan apa penyebab seseorang mengalami panyakit skizofrenia. Namun para peneliti menyatakan ada beberapa hal yang bisa menjadi pemicu adanya penyakit skizofrenia.

Genetik

Faktor keturunan bisa menjadi penyebab skizofrenia. Tidak menutup kemungkinan jika ada salah satu keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini, seseorang berisiko tinggi mengalami hal yang sama.

Masalah Pada Otak

Ketidak seimbangan kadar dopamine dan glutamat bisa menjadi penyebab penyakit ini. serta perbedaan struktur otak yang diyakini para peneliti dimana terdapat perbedaan dalam struktur dan sistem saraf dapat menjadi penyebab penyakit skizofrenia.

Faktor Lingkungan

Berada di lingkungan yang membuat seseorang tertekan dan mengakibatkan stres berat dapat memicu munculnya penyakit skizofrenia. Selain itu, kekurangan nutrisi saat dalam kandungan dan juga infeksi virus dapat menjadi alasan penyebab penyakit ini.

Obat – Obatan Terlarang

Narkotika dapat menjadi penyebab skizofrenia.

Pengobatan Penyakit Skizofrenia

Penyakit ini sebenarnya tidak dapat disembuhkan secara total. Akan tetapi gejalanya bisa ditangan dengan berbagai pengobatan supaya penderita dapat kembali menjalani aktivitas. Orang yang mengalami skizofrenia memang harus dirawat oleh para psikiater dan psikolog.

Perawatan rumah sakit jiwa juga diperlukan karena intensitas penyembuhannya lebih cepat. Segala kebersihan, nutrisi serta keamanan pasien dapat terjamin. Untuk mengobatinya, penderita harus mengonsumsi obat khusus skizofrenia yang diresepkan dokter sehingga dapat bekerja membantu meringankan gejala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *