Gejala, Penyebab dan Pengobatan Penyakit Jantung

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Penyakit Jantung

Penyakit jantung masih menjadi penyakit yang berperan menyumbang kematian nomor satu di dunia. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tercatat 70% atau sekitar 17 juta kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung. Sedangkan sebagai perbandingan, HIV/AIDS, malaria dan TBC secara keseluruhan membunuh 3 juta populasi dunia.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) sekitar 2 juta lebih individu di Indonesia menderita penyakit jantung pada tahun 2018. Hal tersebut menandakan perlunya menjaga kesehatan jantung. Mengingat angka kejadian penyakit jantung setiap tahunnya terus meningkat.

Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan. Beberapa penyakit yang termasuk kelompok penyakit jantung dan pembuluh darah adalah hipertensi, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah otak, penyakit jantung bawaan, gagal jantung dan aritmia.

  • Penyakit jantung koroner adalah terdapatnya penyempitan pembuluh darah di jantung.
  • Hipertensi atau biasa disebut tekanan darah naik.
  • Penyakit jantung bawaan biasa ditemukan sejak bayi dan umumnya mengalami kebocoran katup jantung.
  • Gagal jantung adalah kondisi di mana otot jantung mengalami kegagalan saat memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Aritmia adalah kondisi gangguan irama jantung dimana jantung berdetak tidak normal.

 

Gejalanya Penyakit Jantung

Berikut merupakan gejala – gejala sebelum terjadinya penyakit jantung :

  • Jantung berdetak kencang, biasa dikenal dengan istilah palpitasi dimana jantung terasa seperti dada diremas – remas.
  • Sesak napas disertai keringat dingin, lemas, hingga bisa menyebabkan pingsan.
  • Mudah lelah dan pusing.
  • Mual dan muntah.
  • Dada sebelah kiri seperti ditimpa beban berat menyebabkan rasa nyeri, rasa sakit terjepit atau terbakar.  
  • Leher, rahang, tenggorokan, punggung serta lengan terasa nyeri.
  • Ruam pada kulit.
  • Batuk kering yang tidak kunjung membaik.

Penyebab Penyakit Jantung

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyebab umum penyakit jantung adalah karena adanya kerusakan atau gangguan pada fungsi organ jantung. Hal itu dapat terjadi akibat penghitungan faktor – faktor resiko seperti kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, peradangan di pembuluh darah, dan kadar kolesterol atau gula dalam darah tinggi. Semua hal tersebut bisa menjadi penyebab munculnya penyakit jantung.

Selain itu ada pula faktor lainnya yang dapat mengingkatkan resiko seseorang memiliki penyakit jantung meliputi:

Riwayat Keluarga

Terdapat riwayat keluarga dekat yang terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah menjadi dua kali lebih besar dibanding dengan yang tidak memiliki riwayat keluarga yang memiliki penyakit tersebut.

Umur

Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah juga meningkat pada usia diatas 55 tahun untuk laki-laki dan di atas 65 tahun untuk perempuan.

Jenis kelamin

Jenis kelamin laki – laki memiliki resiko penyakit jantung lebih tinggi dibanding perempuan.

Hipertensi

Resiko penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat sejalan dengan peningkatan tekanan darah.

Merokok

Resiko penyakit jantung koroner pada perokok 2 kali lebih besar daripada yang bukan perokok.

Diabetes Melitus

Diabetes melitus adalah kumpulan gejala – gejala akibat peningkatan kadar gula darah, akibat kekurangan hormon insulin baik absolut maupun relatif. Berdasarkan penelitian Framingham, satu dari dua orang penderita diabetes melitus akan mengalami kerusakan pembuluh darah dan peningkatan resiko.

Obesitas

Obesitas biasa disebut peningkatan berat badan yang berlebihan dari berat badan normal pada umumnya atau Indeks Masa Tubuh (IMT). Penumpukan lemak di bagian sentral atau vital tubuh akan meningkatkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kurangnya Aktivitas Fisik

Dianjurkan melakukan latihan fisik selama 30 menit setiap hari selama 3 sampai 4 hari dalam seminggu sehingga bisa mencapai maksimal.

Pola Makan

Pola makan yang menjurus kepada makanan atau sajian yang tidak sehat dan tidak seimbang. Yang mengandung banyak kalori, lemak, protein, dan garam tinggi tetapi rendah serat pangan dapat mengingkatkan resiko penyakit jantung.

Pengobatan Penyakit Jantung

Penanganan untuk penyakit jantung bervariasi tergantung jenis sakit jantung yang dialami. Penanganan dapat berupa perbaikan gaya hidup, obat – obatan, operasi, pemasangan stent, alat pacu jantung, dan ablasi. Penyakit jantung sepenuhnya tidak dapat disembuhkan namun bisa dikendalikan dengan melakukan beberapa pencegahan antara lain:

  • Menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan yang tinggi serat, rendah gula dan lemak.
  • Rutin berolahraga.
  • Berhenti merokok.
  • Manajemen stres.
  • Menghindari minuman beralkohol.
  • Menghilangkan lemak yang menumpuk di bagian tubuh seperti perut.
  • Memperhatikan tekanan gula darah, tekanan darah, dan kolesterol secara berkala.

 

Pengobatan Herbal untuk Penyakit Jantung

Selain dengan obat – obatan, pencegahan penyakit jantung juga dapat dilakukan dengan cara yang alami. Hal ini sekaligus dapat menunjang perubahan gaya hidup yang lebih sehat antara lain dengan mengkonsumsi:

Teh Hijau

Tekanan darah dapat mempengaruhi kondisi jantung. Oleh karena itu kandungan vitamin K dalam teh hijau mampu menurunkan tekanan darah dan obat untuk penyakit jantung.

Teh hijau juga diyakini dapat menurunkan berat badan dan kolesterol. Selain itu mengkonsumsi teh hijau dapat membuat tubuh lebih rileks sehingga mengurangi tingkat stres.

Bawang Putih

Bawang putih memiliki banyak manfaat kesehatan antara lain dapat menurunkan gula darah, kolesterol dan menjaga peredaran darah sehingga dipercaya dapat mengatasi penyakit jantung.

Jahe

Jahe merupakan salah satu rempah yang bermanfaat dalam pengobatan herbal atau tradisional. Tumbuhan ini diyakini dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol hanya dengan meminum air rebusan jahe secara rutin.

Pengobatan herbal atau alami sering kali menjadi alternatif untuk mengobati berbagai penyakit, mulai penyakit ringan hingga yang berat. Kadang kala seseorang juga mengombinasikan pengobatan herbal dengan pengobatan medis.

Karenanya jika seseorang sedang mempertimbangkan penggunaan pengobatan keduanya dalam menangani penyakit jantung, disarankan tetap konsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis jantung untuk mendapatkan rekomendasi terbaik.

Share artikel ini dan tuliskan pemikiran kamu terkait penyakit jantung di kolom komentar dibawah ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *