Penyakit Bell’s Palsy: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit Bell’s Palsy: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Tak banyak yang tahu penyakit ini, namun penyakit Bell Palsy adalah penyakit yang banyak menyerang bahkan di usia muda. Rano Karno dan Samuel Zylgwin, aktor Indonesia ini juga pernah terkena penyakit Bell’s Palsy. Banyak juga yang menganggap Bell’s Palsy sebagai gejala stroke, untuk mengetahui penjelasan lebih lanjutnya simak hal di bawah ini.

Penyakit Bell’s Palsy

Penyakit bell’s palsy dapat dialami karena adanya kelumpuhan pada otot wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah tampak melorot. Biasanya kondisi ini muncul secara tiba – tiba tetapi bisa disembuhkan atau tidak bersifat permanen.

Gejalanya sangat sulit dicegah, biasanya akan langsung atau mendadak terjadi perubahan pada bentuk wajah, senyumnya menjadi tidak simetris dan menutup mata pada sisi yang lumpuh. Gejalanya akan membaik dalam kurun waktu 3 minggu, namun untuk masa pemulihan membutuhkan 3 sampai 6 bulan. Dampaknya pada penderita, mata sering berair dan air liur keluar dengan sendirinya (ngeces).

Gejala Penyakit Bell’s Palsy

Dilansir dari Alodokter.com, selain perubahan pada wajah, gejala lain yang bisa dirasakan oleh penderita Bell’s Palsy antara lain:

  1. Lebih sensitif terhadap suara
  2. Pusing
  3. Kelopak mata berkedut
  4. Menurunnya kemampuan mengecap rada
  5. Rasa nyeri di sekitar rahang dan belakang telinga pada sisi yang mengalami kelumpuhan
  6. Telinga sering ber n denging

Penyebab Bell’s Palsy

Peradangan pada otot wajah menjadi penyebab penyakit Bell’s Palsy. Otot wajah perlahan menjadi lemah sehingga bentuk wajah menjadi berbeda. Kondisi ini diduga akibat infeksi virus dan beberapa penyakit seperti infeksi telinga bagian tengah, sarkoidosis, diabetes, tumor pada kelenjar getah bening atau diabetes.

Umumnya penyakit ini dialami oleh seseorang pada usia 15-60 tahun. Karena sebagian besar disebabkan oleh virus maka penyakit ini tidak bisa dicegah, dan dapat menyerang penderitanya bukan hanya sekali, namun bisa juga kambuh di kemudian hari.

Akan tetapi dengan perawatan medis yang intensif penderita dapat kembali memiliki wajah normal.

Pengobatan Bell’s Palsy

Ketika seseorang merasakan kejanggalan sebagaimana yang terjadi pada penderita Bell’s Palsy, segera konsultasikan pada dokter untuk bisa didiagnosis. Dengan itu, dokter akan melakukan beberapa tes fisik seperti gerakan menutup mata, tersenyum, mengangkat alis, atau mengernyitkan alis untuk mengetahui apakah terjadi kelumpuhan saraf atau tidak.

Selanjutnya, dokter akan memastikan penyebab lain dengan melakukan beberapa pemeriksaan lainnya dengan menggunakan elektromiografi, CT scan dan tes darah.

Melansir dari Hellosehat.com, penangan Bell’s Palsy biasanya dilakukan dengan pemberian obat berupa:

Obat Kortikosteroid

Obat ini berguna untuk meredakan peradangan pada saraf wajah. Efektif mengatasi gejala Bell’s Palsy yang terjadi baru beberapa hari.

Obat Antivirus

Selan obat kortikosteroid, ada juga pemberian obat antivirus yang berguna untuk mengatasi infeksi virus.

Obat Pereda Nyeri

Untuk meredakan nyeri dokter akan memberi obat-obatan berupa ibuprofen atau paracetamol.

Fisioterapi juga dilakukan untuk mempercepat kembalinya fungsi wajah. Bagi penderita Bell’s Palsy yang tidak bisa menutup kelopak mata atau terdapat gangguan kelenjar air mata, dokter akan memberikan obat tetes atau salep mata untuk mencegah mata kering.

Ada juga terapi yang bisa dilakukan oleh penderita Bell’s Palsy, akan tetapi pada hari – hari pertama penderita jutru tidak boleh terlalu agresif melakukan terapi fisik ini. tujuannya untuk dapat memeberikan kesempatan bagi saraf memperbaiki diri.

Jika sudah melewati 5-7 hari kamu bisa secara perlahan melakukan terapi fisik dengan kompres hangat, pijat wajah, dan latihan menggerakkan wajah. Namun untuk melakukan terapi fisik ini, seseorang juga dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli.

Pengobatan Herbal Bell’s Palsy

Selain pengobatan medis, ada juga alternatif pengobatan herbal yang bisa dilakukan oleh penderita Bell’s Palsy. Berikut di bawah ini bahan-bahan yang bisa digunakan untuk mengobati Bell’s Palsy. 

Bawang Putih

Bahan ini terbiasa dijadikan sebagai bumbu dapur, namun di lain kesempatan ternyata bawang putih juga dapat menjadi alternatif pengobatan herbal bagi penderita Bell’s Palsy.

Khasiat yang terkandung di dalamnya dapat memperlancar aliran darah karena bekerja melebarkan pembuluh darah. Dengan melebarnya pembuluh darah, tentunya dapat mencegah penyumbatan sehingga orang yang mengonsumsi bawang putih dapat mengurangi risiko terkena Bell’s Palsy.

Kunyit

selain bawang putih, bumbu dapur lainnya yang bisa dijadikan pengobatan herbal adalah kunyit. Jenis tanaman ini berkhasiat mencegah adanya penyumbatan pada pembuluh darah, sama seperti bawang putih.

Kunyit sering kali menjadi bahan obat tradisional untuk mengatasi berbagai macam permasalahan saraf termasuk Bell’s Palsy. Akan tetapi dalam mengonsumsi kunyit sebagai obat herbal perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter.

Sambiloto

Tanaman ini sering dijadikan jamu karena khasiatnya yang dapat menjaga kesehatan, seperti antiinflamasi dan antivirus, termasuk berperan penting bagi pembuluh darah. Peredaran darah yang lancar akan terhindari dari penyumbatan.

Rutinkan minum dua kali sehari untuk dapat menyembuhkan penyakit Bell’s Palsy, kamu juga bisa menambahkan madu untuk menciptakan variasi rasa manis di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *