Pentingnya Parenting Bagi Orang Tua Untuk Anak

Pentingnya Parenting Bagi Orang Tua Untuk Anak

Bila saya memiliki 10 jam waktu untuk menebang pohon. Saya akan menggunakan 8 jam untuk mengasah kapak.
~ Abraham Lincoln

Pada quote diatas menunjukan bahwa pentingnya mempersiapkan sesuatu sebelum melakukan sesuatu, begitu pula parenting. Orang tua atau calon orang tua perlu mengasah diri, belajar dan menyiapkan diri untuk memiliki kemampuan parenting yang baik untuk anak – anak nya kelak.

Membesarkan anak atau parenting adalah proses mengasuh, membimbing, mendukung, melatih seluruh potensi baik secara fisik, emosional, mental, keuangan, intelektual dan spiritual anak mulai dari bayi hingga ia dewasa. Parenting adalah salah satu pekerjaan terrumit dengan jangka waktu yang panjang yang perlu ditanggapi secara serius dan kemampuan yang wajib dimiliki oleh orang tua.

Sesuai definisi diatas, banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam parenting. Ini bertujuan agar anak dapat mengetahui potensinya dan dapat mengembangkan potensinya tersebut.

Tidak sedikit orang tua yang belum bersungguh – sungguh mempelajari ilmu parenting. Orang tua tersebut biasanya akan mengalami kesulitan selama berrumah tangga. Begitu pun anak, juga mengalami kesulitan saat tumbuh dewasa. Hal ini akan menjadikan anak tidak mengenali potensi dirinya dan merasa ditempat yang tidak tepat dimana ia berada saat ia dewasa.

Tentunya Tuhan sang maha pencipta menjadikan setiap insan memiliki bekal berupa potensi unik nya masing – masing. Sangat disayangkan sekali jika insan tersebut tidak bisa memakai potensinya secara penuh hanya karena tidak mengetahui potensinya tersebut dan merasa sia – sia dalam hidup. Itulah mengapa parenting diperlukan, salah satunya untuk mengetahui bekal berupa potensi anak yang telah diberikan oleh Tuhan.

Orang tua di ibaratkan sebagai orang yang dititipkan oleh Tuhan atas karunia berupa anak. Sehingga perlu dirawat dan dijaga baik – baik dan disiapkan untuk menjadi pribadi yang siap dan matang menjalani hidup. Parenting yang baik juga dapat menjadikan anak menjadi versi terbaik dirinya sendiri dan diharapkan dapat menghadapi kesulitan dan rintangan yang datang dalam hidupnya.

Selain itu parenting yang dilakukan terhadap anak, diharapkan memberi bekal untuk anak menjadi orang tua untuk generasi berikutnya. Karena secara tidak sadar parenting yang dilakukan oleh orang tua tentunya terinspirasi dari orang tua sebelumnya. Untuk itu perlu diketahui apa saja yang bisa dipelajari dan ditinggalkan dari parenting yang dilakukan oleh orang tua sebelumnya.

Namun jika parenting yang dilakukan oleh orang tua tidak tepat, maka akan muncul kesalah pahaman antara orang tua dan anak. Hal ini menimbulkan terpicunya masalah turunan seperti kekerasan pada anak baik verbal ataupun non verbal. Contohnya seperti anak yang tidak mengerjakan perintah orang tua belum tentu anak dengan secara sengaja melawan orang tua. Bisa jadi cara orang tua yang masih belum tepat.

Contoh lainnya yang sering ditemukan adalah anak yang tidak mencapai prestasi akademik bukan berarti tidak mampu untuk belajar. Bisa jadi cara belajar dan apa yang dipelajari masih belum sesuai untuk potensi anak. Untuk itu diperlukannya peran orang tua untuk mengetahui terlebih dahulu potensi apa yang dimiliki seorang anak.

Hal penting lainnya adalah terkait bagaimana menumbuhkan motivasi pada anak. Bagaimana cara orang tua dapat memotivasi anak agar dapat bergerak dan terarah sesuai potensinya. Orang tua bisa memberikan suatu reward kepada anak ketika suatu capaian telah terpenuhi.

Tapi ada kalanya anak – anak terasa sulit untuk dimotivasi dengan reward yang telah orang tua berikan. Lantas bagaimana mengatasi hal tersebut? Orang tua pada akhirnya perlu mengetahui karakteristik anak karena setiap anak memiliki kecerdasan yang unik. Cara berpikirnya, cara belajarnya, cara dia berkomunikasi, cara kalibrasi dia dengan lingkungan, apa yang suka dia pelajari dan siapa pengajarnya, dan hal lainnya. Hal tersebut dapat dijadikan pertimbangan orang tua agar dapat memotivasi sang anak.

Orang tua juga perlu memiliki cara atau gayanya sendiri dalam parenting. Tentunya parenting terhadap anak satu dengan lainnya harus disesuaikan dengan anak tersebut. Dalam menentukan cara parenting, orang tua bisa memperhatikan anak dari cara makannya, bagaimana dia menjalani hobinya, gaya belajar, cara merespons perintah dan cara anak berbicara.

Idealnya orang tua perlu memiliki ilmu dan kemampuan yang cukup dalam parenting bahkan sebelum menikah. Proses meningkatkan ilmu dan penerapan parenting pun adalah proses yang terus menerus berlangsung hingga anak dewasa. Ketidak siapan orang tua dalam melakukan parenting dapat menimbulkan masalah – masalah. Seperti menjadikan orang tua stres kepada anak selama dia tumbuh dewasa dan hal mirisnya adalah korban sebenarnya bukanlah orang tua melainkan anak – anak yang tidak tahu siapa dia sebenarnya dan dimana tempat dia seharusnya ketika dewasa.

Masa depan anak menjadi pertahuran jika orang tua tidak melakukan parenting yang baik. Terlebih jika anak terlambat menyadari potensinya dan alih – alih orang tua memilihkan keputusan anak yang tidak sesuai potensinya. Sehingga acap kali banyak kasus dimana anak salah mengambil jurusan, salah pilihan dalam berkarir dan kesalahan pengambilan keputusan besar lainnya.

Ketidak tahuan potensi dalam anak ternyata memberikan kerugian secara langsung, setidak nya ada 3 kerugian yang dialami. Pertama adalah kerugian secara materi, contohnya ketika salah mengambil jurusan, sehingga anak harus mengambil jurusan yang lain atau bisa jadi di DO. Kedua, hilangnya kesempatan, akan selalu ada kesempatan yang melibatkan potensi anak dan masa depannya dengan waktu terbatas tapi anak tidak diambil karena tidak tahu potensinya sendiri. Ketiga, kerugian dari segi kesehatan, tentu anak akan stres sekali jika dia melakukan sesuatu yang bukan passion dan potensinya yang akhirnya mengarah kepada kesehatan fisik dan mental anak.

Tidak cukup hanya cinta buta orang tua kepada anak dalam parenting. Cinta orang tua yang diperlukan anak dari orang tua adalah yang dapat menjadikan anak mengenali potensinya. Juga cinta yang dapat menerima anak apa adanya dan menjadi dirinya sendiri. Bukan seperti cinta orang tua pada dirinya sendiri yang memaksakan cita – cita orang tua kepada anaknya atau memberikan apa yang anak inginkan tapi mengabaikan karakter anak.

Selain anak – anak yang berkembang, orang tua pun perlu ikut berkembang untuk meningkatkan kualitas dirinya, cara parenting dan kehidupannya secara umum. Parenting adalah proses yang terus menerus berlangsung dan kadang menyulitkan. Walaupun sulit pasti selalu ada saja solusinya.

Seperti pada quote Abraham Lincoln diatas ada baiknya sebelum menjadi orang tua, diperlukannya pembekalan ilmu parenting terlebih dahulu. Calon orang tua atau yang sudah menjadi orang tua, dapat membaca buku, mengikuti seminar atau curhat dengan orang tua lainnya untuk refrensi dalam parenting.

Parenting yang dilakukan orang tua memiliki basis dari orang tua sebelumnya, sehingga sebelum menjadi orang tua perlu untuk mengidentifikasi terlebih dahulu mana parenting yang sesuai dan mana yang tidak. Jangan lupa juga, parenting orang tua terhadap anak disesuaikan dengan jaman nya anak.

Selain anak, orang tua pun harus ikut tumbuh dan berkembang agar anak dapat tumbuh secara cepat dan efektif, sehingga dapat mengenali potensinya sendiri dan nantinya dapat menjadi pribadi dewasa yang matang yang siap menjalani kehidupan.

TAGS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *