Mitos Tentang Introvert

Mitos Tentang Introvert

Sebagai makhluk sosial, terdapat tiga macam kepribadian yaitu ekstrovert, introvert, dan ambivert. Di antara ketiganya introvert adalah orang – orang yang nyaman dengan pikirannya sendiri, cenderung diam dan membosankan. Padahal hal itu tidak sepenuhnya benar.

Orang – orang introvert dipandang karirnya tidak akan cemerlang selayaknya ekstrovert. Duh, padahal menurut penelitian, empat dari TOP eksekutif adalah orang – orang yang berkepribadian introvert.

Introvert akan menemukan sebuah inovasi dan energi saat sedang sendiri. mereka juga sangat baik dalam hal menyelami pikiran dan perasaannya. Introvert bukanlah sebuah penyakit atau kutukan yang harus dihindari, ada banyak hal yang harus kamu simak penjelasannya di bawah ini untuk tidak langsung menjudge orang-orang introvert.

Jadi introvert itu apa? Berikut di bawah ini mitos introvert yang sudah melekat pada banyak orang dan belum sepenuhnya benar.

Introvert Nggak Tau Cara Bersenang – Senang

Banyak yang mengatakan hidup orang – orang yang memiliki kepribadian introvert sangat monoton, tidak berwarna karena tidak pandai bersenang – senang. Padahal, jelas intovert memiliki caranya tersendiri untuk bisa bersenang – senang.

Bukan berarti mereka menyalahi kodrat sebagai makhluk sosial, mereka lebih suka menghabiskan waktu di rumah dengan rileks. Banyak para introvert yang menghabiskan waktunya dengan menulis. Mereka lebih menyukai hal yang sederhana namun berarti.

Introvert Sama Dengan Pemalu

Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, pemalu dan kepribadian introvert adalah jenis yang berbeda. Jika pemalu takut pada penilaian negatif, introvert hanya lebih menyukai ketenangan.

Introvert lebih suka obrolan – obrolan penuh makna filosofis. Orang – orang introvert lebih suka terlibat dalam pembicaraan yang memerlukan pemikiran yang dalam.

Introvert Tidak Punya Teman Hanya Suka Menyendiri

Bukan berarti mereka tidak punya teman. Mereka hanya akan berteman pada yang sefrekuensi dan menilai berdasarkan kualitas bukan kuantitas dalam pertemanan. Namun terkadang mereka lebih nyaman dengan diri mereka sendiri dengan berbagai alasan, misalnya karena cepat bosan dengan obrolan tidak bermakna semacam basa – basi. Para introvert lebih memilih pertemanan dalam lingkup yang kecil.

Introvert Tidak Bisa Menjadi Pemimpin

Jangan terpengaruh dengan ucapan orang – orang yang mengatakan bahwa introvert tidak akan sukses atau tidak bisa menjadi pemimpin. Orang – orang introvert juga bisa berhasil dalam pekerjaannya dengan siasat yang mereka miliki. Banyak para pemimpin yang berkepribadian introvert namun bisa berhasil seperti Bill Gates atau Abraham Lincoln. Penelitian mengatakan, bahwa hal ini introvert bekerja lebih baik dalam sebuah kelompok.

Orang Introvert Adalah Orang yang Sombong

Mungkin karena sifatnya yang pendiam dan lebih suka menyendiri, introvert dianggap sombong. Padahal tidak, saat introvert telah menemukan seseorang yang tepat untuknya, mereka juga akan bertindak sebagaimana berteman.

Introvert juga cenderung orang yang hangat dan sangat enak jika diajak curhat. Apalagi seorang yang introvert juga dikenal sebagai si penganalisis yang baik karena mereka menghabiskan waktunya untuk membicarakan banyak hal yang mereka minati, lebih suka mendengarkan. Jadi tentu saja mereka merupakan pendengar yang baik.

Introvert Adalah Orang yang Aneh

Introvert memang tidak terlalu memperhatikan trend atau sesuatu yang populer pada masanya. Mereka merasa tidak perlu karena hanya suka menjadi diri sendiri. Tidak mudah terpengaruh. Mereka juga tidak menyukai perhatian yang menyorot. Bukankah menjadi diri sendiri itu bagus? Lagi pula selama tidak merugikan orang lain kenapa harus dianggap aneh?

Introvert Itu Kutu Buku dan Cupu

Sebenarnya karena mereka gemar menghabiskan waktu dengan dirinya sendiri, mencari ketenangan. Kepribadian mereka identik dengan buku. Menurut mereka dunia buku lebih menarik ketimbang dunia nyata. Karena saat membaca buku mereka bebas berimajinasi.

Introvert juga gemar menulis apa yang ada di pikiran mereka, sehingga tak jarang banyak karya – karya tulisan yang justru berasal dari orang – orang berkrpribadian introvert.  Salah satu contoh penulis ternama yang memiliki kepribadian introvert ada J.K Rowling yang menulis buku “Harry Potter”.  

Introvert Itu Kasar

Sebenarnya mereka sama seperti yang lainnya, bersikap wajar dan apa adanya. Sayangnya, karena sudah menganggap introvert itu kasar, orang – orang jadi sulit menerima dan perlakuan itu tidak berlaku di semua lingkungan.

Energi orang – orang introvert memang mudah terkuras setelah terlalu lama berinteranksi dengan banyak orang. Terkadang hal – hal yang membuat lelah memang suka memancing sisi emosi, dan hal itu wajar juga dialami setiap orang. Selain itu, orang – orang introvert memang cenderung jujur, karena mereka sadar akan setiap detail terkecil, yang orang lain tidak sadari.

Introvert Bisa Kok Berubah ke Ekstrovert

Introvert tidak bisa berubah menjadi ekstrovert, mereka tidak bisa merubah apa yang sudah ada di dalam dirinya. Lagipula kepribadian introvert bukanlah momok menakutkan yang harus dihindari.

Kepribadian introvert hanyalah kepribadian yang lebih suka menyendiri karena sifat mereka yang tidak suka terlibat dalam pembicaraan yang tidak berarti dan mereka lebih suka berfikir masak – masak dahulu sebelum mengambil keputusan untuk bertindak.

Jadi, jangan kecil hati jika kamu memang merasa memiliki kepribadian introvert. Kepribadian introvert tidak termasuk gangguan mental, kepribadian ini hanya bertolak belakang dengan ekstrovert.

Setiap kepribadian tentunya punya cara sendiri untuk bisa menghadapi masalah. Kalau ekstrovert senang sekali dengan praktek langsung, introvert lebih suka dengan cara observasi, karena mereka cenderung mempelajarinya terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *