Lebih Cepat Menikah Lebih Baik, Tapi Jangan Salah Pilih juga Yah!

Lebih Cepat Menikah Lebih Baik, Tapi Jangan Salah Pilih juga Yah!

Semakin cepat kita menikah maka itu lebih baik karena dapat menjaga pandangan mata dan kemaluan, serta menjauhkan kita dari krisis percaya diri dan penyakit yang banyak melanda para remaja. Rasulullah saw. pernah bersabda “Sesungguhnya Allah benar-benar kagum terhadap pemuda yang tidak memiliki sifat shabwah (kecenderungan untuk bermain dan kenak-kanakan)” HR. Ahmad dan Thabrani.

Mengomentari hadits ini, Hujjatul islam mengatakan “Pemuda yang seperti itu jarang dan langka, sehingga Allah kagum kepada mereka”. Itu adalah salah satu alasan menikah cepat menurut islam karena Allah menyukai pemuda yang tidak kecenderungan untuk bermain dan kenak-kanakan.

Lebih cepat menikah juga lebih baik karena dengan begitu, kita dapat bergerak lebih leluasa. Contoh orang yang berusia 25 tahun dapat memilih gadis idamannya yang masih berusia 17 hingga 23 tahun, sehingga ia dapat dengan leluasa menentukan karakter-karakter yang diinginkan.

Tapi bila kita terlambat mencari pasangan hingga berusia 35 tahun maka usia pasangan yang bisa kita pilih pun menyempit. Misalnya, dimulai dari usia 27 tahun ke atas. Bisa jadi kita kesengsem dengan seseorang yang memenuhi kriteria yang kita inginkan. Hanya saja karena ia baru menginjak usia 20 tahun maka keluarganya akan keberatan menerima kita yang berusia jauh diatasnya.

Jadi, lebih cepat menikah itu lebih baik. Maka tetap lanjutkan pencarian bagi yang masih mencari. Jangan pernah menyerah dan jangan pernah menganggap bahwa kita tidak akan menemukan jodoh. Percayalah setiap orang memiliki jodohnya masing-masing yang telah ditakdirkan oleh Allah.

Tapi jangan hanya karena ingin cepat menikah jadi asal pilih lho ya. Atau yang merasa sedikit terlambat dipertemukan jodohnya, jangan juga jadi terburu-buru dan asal pilih. Karena tidak semua perempuan dan tidak semua laki-laki dapat menjadi benteng kukuh dari godaan setan.

Rasul pernah berkata, istri yang dapat menjadi benteng kukuh dari godaan setan adalah istri yang apabila dimintai bantuan rela hati, apabila dipandang menyenangkan, dan apabila ditinggal pergi dapat menjaga diri, kehormatan, serta harta suami. Itulah istri salehah. Hanya istri seperti itulah yang dapat menjadi benteng dari godaan setan.

Sedangkan suami yang dapat menjadi benteng kukuh dari godaan setan adalah suami yang dapat memposisikan diri sebagai imam dan pemimpin. Suami yang dapat membimbing pasangannya menuju keridhaan Tuhan. Suami yang benar-benar menjalankan fungsinya sebagai qawwamuna ‘alan nisa’. Itulah suami yang saleh. Hanya suami seperti itu yang dapat menjadi benteng kukuh dari godaan setan dan dapat menyelamatkan rumah tangganya dari kehancuran.

Apabila istri lemah dalam agamanya maka ia hanya akan mementingkan penampilan dan memenuhi kebutuhan biologisnya belaka, tetapi mengabaikan kebutuhan suami, juga tidak segan-segan mendurhakainya, membuat malu suami di hadapan masyarakat, mengganggu ketenangan jiwanya, hingga menghancurkan kehidupan suami.

Adapun apabila suami lemah agamanya maka ia tidak akan peduli dari mana rezeki yang ia peroleh untuk menghidupi keluarganya, bersikap keras dan kasar terhadap pasangannya, abai memenuhi haknya, mementingkan kebutuhan sendiri, tidak mampu memimpin rumah tangga, hingga menghancurkan kehidupan istrinya.

Kesalehan seorang istri meliputi kesalehannya ketika berhubungan badan, kesalehannya dalam menjaga kesucian diri, dalam melaksanakan ajaran agama, dan dalam menjaga harta serta rumah suaminya, sehingga ia tidak akan berkhianat atau menyelewengkan harta suami. Baik ketika suami sedang berada di rumah atau sedang berpergian.

Istri yang berkomitmen terhadap ajaran agama adalah istri yang merasa takut kepada Allah dan senantiasa memperhatikan serta mengendalikan sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Cara untuk mendeteksinya amatlah mudah. Barang siapa yang meletakkan agama di atas pendapat pribadi dan kesenangannya maka ia akan berupaya untuk menghiasi diri dengan etika yang diajarkan agama, seperti menjaga kesucian diri, taat menjalankan ajaran agama, qanaah atau pasrah menerima, hanya berinteraksi dengan perempuan-perempuan salehah, dan berupaya menghindarkan diri dari perempuan-perempuan yang mudah mengubar hawa nafsu serta berhura-hura.

Istri salehah adalah istri yang kehidupan sehari-harinya dihiasi dengan materi-materi spiritual yang memperkaya dan mempertebal keimanannya. Materi-materi spiritual itu selalu bergerak dan hidup dalam hatinya, tidak terpengaruh oleh waktu, bukan pula semangat yang temporal dan mudah hilang.

Istri salehah tahu bahwa materi-materi spiritual itu merupakan tangga untuk mendapatkan keridhaan Dzat yang Maha agung lagi Maha mulia, dan dapat mengantarkannya menuju surga. Bila kita mendapatkan pasangan seperti itu maka hidup kita akan bahagia. Sebagaimana disabdakan Rasulullah.

Di antara tanda-tanda kebahagiaan anak Adam itu ada tiga, dan di antara tanda-tanda kemalangan anak Adam juga ada tiga. Tanda-tanda kebahagiaan anak Adam itu adalah istri salehah, tempat tinggal yang baik, dan kendaraan yang baik, sedangkan di antara tanda-tanda kemalangan anak Adam itu adalah istri yang jahat, tempat tinggal yang buruk, dan kendaraan yang buruk pula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *