Ketahui Penyakit Sakit Kepala: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Ketahui Penyakit Sakit Kepala: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Sakit kepala sama pusing itu sama atau tidak sih? Jawabannya keduanya sama – sama gangguan yang dialami di kepala. Namun perbedaanya, pusing adalah keadaan yang menggambarkan perasaan kehilangan keseimbangan atau kliyengan. Sedangkan sakit kepala adalah rasa nyeri di sebagian atau di seluruh kepala.

Kali ini pembahasannya mengenai penyakit sakit kepala, gejala, penyebab dan cara menanganinya. Yuk, simak ulasan di bawah ini.

Penyakit Sakit Kepala

Seperti yang telah diurai sebelumnya, sakit kepala merupakan kondisi dimana kepala terasa nyeri di sebagian bahkan keseluruhan kepala. Kamu bisa merasakan ketidak nyamanan di kepala, kulit kepala hingga leher. Rasanya seperti tertiban beban di atas kepala atau diikat kencang dengan tali.

Sakit kepala terjadi karena oksigen yang masuk ke dalam otak dalam jumlah yang sedikit. Masalah ini umum terjadi, sehingga dapat ditangani dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, minum air putih yang cukup dan banyak beristirahat.

Namun ada beberapa sakit kepala yang harus mendapatkan penanganan lebih karena kondisi tersebut nantinya dapat membahayakan nyawa, untuk mengetahuinya simak apa saja penyebab sakit kepala.

Penyebab Sakit Kepala

Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala dalam dunia medis dibedakan menjadi dua kelompok yaitu sakit kepala primer (tanpa terkait penyakit lain) dan sakit kepala sekunder (akibat adanya penyakit lain).

Sakit Kepala Primer

Sakit kepala primer adalah sakit kepala yang umumnya terjadi karena tidak terkait penyakit lain di baliknya. Melainkan terdapat kondisi yang melibatkan pembuluh darah, otot, saraf kepala serta leher terlalu sensitif terhadap rasa sakit.

Umumnya orang – orang akan merasakan, sakit kepala tegang; migrain; sakit kepala cluster. Penyebabnya terjadi karena adanya gangguan pada otot leher dan kepala, aktivitas kimia di otak dan pembuluh darah atau saraf.

Tentu saja kesibukan aktivitas sehari – hari menjadi pemicunya seperti terlambat makan, terlalu lama duduk di kantor, terlalu lama menatap gadget hingga kurangnya istirahat karena tidur terlalu larut.

Sakit Kepala Sekunder

Melansir dari halodoc.com, sakit kepala sekunder biasanya disebabkan aktifnya saraf rasa sakit di kepala karena penyakit lain, antara lain:

  • Infeksi telinga
  • Sinus
  • Flu
  • Sakit gigi
  • Terlalu banyak mengonsumsi MSG
  • Hormon akibat pil KB
  • Konsumsi makanan atau minuman dingin secara tiba-tiba
  • Menggunakan penutup kepala yang terlalu ketat

Sedangkan penyebab lainnya sakit kepala sekunder yang jarang terjadi, antara lain:

  • Gegar otak
  • Aneurisma otak
  • Neuralgia trigeminal
  • Serangan panik
  • Meningitis
  • Radang pada otak

Gejala Sakit Kepala

Biasanya sakit kepala ya tentu gejalanya akan merasakan sakit di area kepala. Hanya saja gejalanya atau rasa nyeri yang dirasakan bervariasi, mulai dari yang ringan, berat hingga tak tertahankan. Berdasarkan gejalanya, sakit kepala dibedakan menjadi beberapa jenis.

Migrain

Jika migrain, kamu akan merasa nyeri atau kepala berdenyut hanya di satu sisi bagian kepala. Nyeri akibat migrain hanya berlangsung selama beberapa jam hingga berlangsung beberapa harian.

Sakit Kepala Cluster

Nyeri pada sakit kepala cluster terjadi dalam siklus tertentu dan berlangsung dalam hitungan minggu atau bulan, kemudian hilang dan akan muncul kembali. Misalnya terjadi karena hormon saat wanita datang bulan.

Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang bisa dibayangkan ketika kamu merasa seperti ada tali yang mengikat kencang atau beban berat yang menimpa kepala. Nyeri kepala tegang bisa terjadi di leher dan di belakang mata, berlangsung dalam hitungan menit hingga minggu serta yang paling umum terjadi.

Selain itu saat kepala ini juga dibarengi dengan gejala seperti, demam, tubuh lemas dan mual, pilek atau hidung tersumbat, mata merah dan sensitif terhadap suara dan cahaya.

Selain gejala di atas, segera periksakan ke dokter apabila kamu merasakan sakit kepala di serta gejala-gejala di bawah ini, apalagi setelah kamu mengalami kecelakaan atau kepala terbentur kencang:

  • demam
  • kehilangan kemampuan berbicara
  • leher kaku
  • kaki tidak bisa digerakkan
  • pingsan
  • kelumpuhan di salah satu sisi tubuh
  • penglihatan kabur

Pengobatan Sakit Kepala

Untuk sakit kepala ringan atau primer, cukup beri obat pereda nyeri seperti parasetamol, dibarengi dengan cara lain untuk mengobati sakit kepala seperti:

  • olahraga ringan
  • mandi air hangat
  • akupuntur
  • relaksasi diri dengan biofeedback
  • memijat area yang sakit dengan perlahan sehingga menimbulkan kenyamanan

nah, untuk mencegah munculnya skait kepala, kamu bisa melakukan berbagai cara ini, seperti:

  • mengurangi kafein
  • manajemen stress yang baik
  • tidak telat makan
  • istirahat yang cukup
  • dan sedikit-sedikit jangan minum obat

Pengobatan Herbal Sakit Kepala

Apabila tidak mempan dengan obat – obatan di apotek, kamu juga bisa menggunakan bahan alami atau obat tradisional untuk bisa menyembuhkan sakit kepala. Barang kali obat tradisional lebih mujarab untuk kamu. Pilihan bahan alami yang bisa membantu mengatasi sakit kepala, seperti jahe dan kayu putih.

Jahe

Efek aroma dari jahe dapat meringankan gejala migrain, bahkan perut mual. Kamu bisa mengonsumsi wedang jahe atau mencampurkan teh tawar dengan jahe sehingga rasanya menjadi lebih nikmat.

Minyak Kayu Putih

Sedangkan kayu putih yang saat ini bisa kamu temui produk minyak kayu putih, dapat membersihkan sinus dan peradangan. Dengan menghirup aroma minyak kayu putih dapat melegakan hidung tersumbat dan memberikan relaksasi pada otot yang tegang sehingga dapat mengurangi gejala sakit kepala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *