Kenali Self Harm, Tanda – Tanda, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenali Self Harm, Tanda –  Tanda, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa itu Self Harm?

Self harm adalah perilaku menyakiti diri sendiri. Biasanya sering dilakukan oleh orang – orang yang sedang mengalami tekanan atau luka emosional. Mereka melampiaskannya dengan melukai diri sendiri seperti memukul, menyayat tubuh dengan benda tajam, hingga meminum racun.

Selain menyayat diri sendiri, ada beragam cara yang mereka lakukan untuk menyakiti diri sendiri antara lain:

  • Seseorang dengan mudah menghamburkan uang hingga melampaui kondisi finansial. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara untuk mengatasi depresi dan kekosongan dalam dirinya. Kebiasaan ini masuk dalam tindakan self harm karena melewati batas diri.
  • Seseorang yang mengalami self harm bisa makan terlalu banyak sampai perutnya begah atau makan terlalu sedikit. Padahal jika seseorang mencintai dirinya, maka ia akan merawat tubuhnya dan memberikan nutrisi yang terbaik baginya.
  • Perilaku mengisolasi diri yang dilakukan secara terus menerus dan tanpa ada usaha untuk berubah juga merupakan bentuk self harm dan dapat memperburuk tingkat depresi.

 

Penyebab Senang Menyakiti Diri Sendiri

Pada awalnya mengapa seseorang memilih menyakiti diri sendiri karena perasaan negatif yang terus menumpuk, sementara individu tidak mampu menampungnya dan tidak mengerti bagaimana cara mengatasinya. Kemudian saat ia mencoba melukai dirinya sendiri justru memunculkan perasaan tenang dan akhirnya otak mensugestikan untuk terus melakukannya.

seseorang tidak mungkin langsung menyayat tubuhnya, melainkan dengan hal – hal sederhana seperti mencakar atau memukul tubuhnya sendiri. Kemudian ingin memunculkan kesenangan – kesenangan yang lainnya, sehingga pada akhirnya ia mulai menggunakan benda tajam untuk melukai tubuhnya.

Orang yang menyakiti diri sendiri akan merasa tenang. Mereka berpikiran lebih baik memilih menyakiti dirinya sendiri daripada menyakiti orang lain. Selain itu, motif self harm juga didasari karena ingin mencari perhatian. Dengan harapan, setelah apa yang dilakukan, mereka akan mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitarnya dan hidupnya menjadi senang.

Tujuan lain menyakiti diri sendiri adalah untuk mengekspresikan hal – hal yang tidak dapat mereka ceritakan. Kita dapat memperhatikan alasan seseorang melakukan self harm berdasarkan dinamika hubungan antara faktor – faktor lingkungan, afektif, biologis, kognitif maupun tingkah laku seseorang.

  • Faktor lingkungan: adanya keluarga yang memiliki gangguan mental, mengalami pelecehan seksual atau memiliki teman yang juga melakukan self harm.
  • Faktor biologis: menurunnya sensifitas terhadap rasa sakit atau disfungsi level serotonin.
  • Faktor afektif: mudah cemas, emosi karena trauma di masa lalu dan putus asa.
  • Faktor tingkah laku: gemar memiliki konflik dengan orang lain, minum alkohol atau menggunakan narkotika.

Dengan mengetahui faktor yang mempengaruhi mereka melakukan selfharm, kamu bisa membantu seseorang yang melakukan self harm untuk berhenti.

Tanda – Tanda Self Harm

Orang – orang yang melakukan self harm sulit untuk dideteksi, karena mereka mencoba menyembunyikan perilaku tersebut. Orang – orang yang senang menyakiti dirinya sendiri lebih senang memilih menyendiri seperti di kamar bahkan terkadang tanpa pencahayaan. Namun kamu tetap bisa mengenalinya jika,

  • Banyak bekas luka di tubuhnya dengan pola yang sama dan berulang.
  • Selalu muncul luka baru seperti goresan, gigitan, ataupun memar.
  • Sering membawa atau menyimpan benda – benda tajam.
  • Selalu menutupinya menggunakan pakaian berlengan panjang.
  • Suka menyendiri dan sulit berinteraksi dengan orang lain.
  • Mudah cemas, depresi dan emosi tidak stabil.

 

Cara Mengatasi Perilaku Self Harm

Meski sulit untuk menghentikan tindakan selfharm, namun cobalah secara perlahan untuk mengatasinya dengan beberapa cara seperti di bawah ini:

  1. Kelilingi dirimu dengan benda – benda yang bernilai positif seperti foto keluarga. Keluarga bisa menjadi pengingat untuk terus bertahan meski menjalani kehidupan terasa sulit.
  2. Alihkan pikiran negatifmu dengan melakukan hobi seperti menulis, membaca dan menggambar
  3. Mengalihkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri dengan cara lain seperti merobek – robek kertas, memukul – mukul bantal atau berteriak di dalam air.
  4. Rutin olahraga dengan berlari, lompat tali, atau bersepeda
  5. Menemui psikiater untuk membantu mengendalikan dorongan self harm

 

Tindakan Untuk Membantu Seseorang Berperilaku Self Harm

Apa yang sebaiknya keluarga, teman, dan guru lakukan saat mengetahui seseorang melakukan self harm?

  • Apabila terjadi pada murid di sekolah, maka segera arahkan pada guru BK untuk dapat menjalani sesi konseling. Jangan memarahinya dan jagalah privasinya. Hindari tindakan mengancam karena hanya akan membuat mereka kembali tertekan dan malu.
  • Sabar dalam menghadapi seseorang yang berusaha melepas dorongan self harm dan jangan mudah ringan tangan atau memarahi dengan menyakiti bagian tubuhnya yang justru akan memupuk keinginan self harm semakin parah.
  • Jangan menghakimi dengan memberikan perkataan yang membuatnya tersingggung sehingga hanya akan memperburuk keadaan.
  • Gunakanlah kata – kata yang mampu menyentuh hatinya, katakan bahwa kamu peduli padanya dan akan selalu ada untuk mendengarkan segala keluh kesahnya. Berkeinginan untuk membantu mengeluarkan dirinya dari lingkaran self harm.
  • Dorong mereka untuk bercerita, beri mereka ruang untuk mengeluarkan segala keluh kesah masalah yang mereka hadapi. Pahamilah dan tempatkan seolah – olah dirimu berada di posisinya.
  • Memberikan arahan kepadanya untuk tetap menjaga kesehatan.

Perawatan Medis

Untuk mereka penderita self harm yang mengalami luka parah atau masalah kesehatan lainnya, segera panggilkan pertolongan medis untuk mendapatkan perawatan intensif. Kemudian arahkan kepada psikiater yang bertujuan untuk menemukan cara supaya mereka bisa keluar dari perilaku self harm.

Share juga pemikiran kamu di kolom komentar tentang self harm. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang yang teredukasi dan dapat mencegah dan mengobati self harm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *