Kenali Penyakit Anosmia: Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Kenali Penyakit Anosmia: Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Saat ini gejala sebagian penderita Covid-19 akan mengalami gangguan penciuman maupun rasa. Maka dari itu jika kamu merasakan gejala anosmia segera ke rumah sakit untuk melakukan swab. Apakah kamu positif Covid-19 atau tidak?. Jadi berhati – hatilah pada penyakit anosmia omicron.

Beberapa orang merasakan bahwa hidung mereka tidak bisa membaui apa-apa. Padahal, selain untuk mendeteksi bau, hidung juga dapat mendeteksi bahaya dan merasakan makanan misalnya gas bocor. Jika kondisi hidung tidak dapat mencium aroma, biasanya disebabkan oleh kondisi hidung atau cedera orang. Namun sebagian orang terlahir tanpa indra penciuman atau anosmia bawaan.

Hal ini juga perlu diperhatikan, jika tiba – tiba seseorang kehilangan penciuman dan tidak mengetahui apa penyebabnya, segera pergi ke dokter untuk dapat mendiagnosis penyebab dan apa pengobatan yang tepat untuk mengatasinya.

Kondisi ini menjadi umum, apabila kamu mengetahui penyebab dari hilangnya indra penciumanmu seperti pilek, hidung tersumbat atau adanya kerusakan pada sel – sel saraf. Kehilangan indra penciuman inilah disebut anosmia.

Gangguan ini lebih sering menyerang wanita daripada pria dan dapat menyerang pada berbagai golongan, baik muda maupun tua. Anosmia bisa diatasi jika telah mengetahui pemicunya dan mengatasinya.

Gejala Anosmia

Tanda – tanda anosmia adalah hilangnya kemampuan untuk membaui aroma, yang umum adalah tidak bisa mencium bau aroma tubuh sendiri. namun jika dirasa gejala parah, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter.

Hubungi dokter jika kamu mengalami beberapa tanda anosmia seperti di bawah ini:

  • Ketika gangguan penciuman terjadi karena pilek atau alergi, biasanya dapat hilang dengan sendirinya. Namun jika terus berlanjut segera hubungi dokter untuk mengamati apakah ada kondisi yang serius.
  • Gangguan penciuman sangat mengganggu sampai tidak dapat melakukan aktivtas sehari – hari dengan baik. segera hubungi dokter supaya diberikan antibiotik yang dapat mengobati infeksi bakteri dan menghilangkan apa yang menjadi penyumbat saluran pernapasan.
    Namun seseorang akan mengalami kehilangan penciuman secara permanen setelah usia 60 tahun.

Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda pada tubuhnya sendiri. untuk selalu mendapatkan yang lebih baik sebaiknya diskusikan keadaan kamu kepada dokter.

Penyebab Anosmia

Penyebab umum anosmia sementara adalah pilek atau hidung tersumbat. Ada beberapa penyebab yang bisa memicu anosmia antara lain:

  • Virus influenza
  • Sinusitis
  • Kelainan hidung akibat cedera seoerti hidung bengkok
  • Peradangan parah di saluran hidung
  • Obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antibiotik, antiinflamasi dan obat-obatan terlarang
  • Penyakit ginjal
  • Tumor otak
  • Epilepsi
  • Radioterapi kepala dan leher
  • Covid-19

Diagnosa Anosmia

Cara mendiagnosa penyakit anosmia adalah dengan melakukan pemeriksaan umum. Ada tiga penyebab yang paling umum dari hilangnya penciuman yaitu penyakit hidung dan sinus, infeksi saluran pernapasan atas dan trauma kepala, ketiganya akan bermanfaat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut tentang diagnosa anosmia.

Selain itu, panderita anosmia akan ditanya kondisinya tentang penggunaan tembakau atau kokain yang merupakan zat yang dapat mempengaruhi indera penciuman. Kemudian pertanyaan tentang apakah pasien sedang menjalani diet atu tidak serta kebiasaan oral yang dapat mengungkapkan iritasi oral. Lebih spesifik lagi tentang kekeringan mulut, penyakit periodontal, bau napas tak sedap, prosedur gigi terbaru, paparan radiasi baru-baru ini, refluks lambung serta penggunaan obat – obatan.

Beralih kepada pertanyaan yang diarahkan untuk mengindifikasi riwayat keluarga dari penyakit sistemik seperti diabetes mellitus atau hipotiroidisme. Setelah dokter melakukan pemeriksaan umum, dilanjut dengan pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari bagian kepala dan leher untuk mencari titik penyumbatan, peradangan dan infeksi. Selaput lendir harus di periksa atau evaluasi kekeringan, leukoplakia, dan eksudatnya.

Kemudian dilanjutkan pada bagian gigi dan gusi pasien, sekiranya mendapati karies gigi yang parah, ginggivitis dan abses intraoral, hal itu lah yang menjadi penyebab mulut busuk yang dapat mengganggu indera penciuman dan rasa.

Tes Laboratorium

Tes laboratorium dapat membantu mengetahui kondisi – kondisi medis yang terlewatkan, seperti infeksi, defisiensi nutrisi, alergi, diabetes mellitus, penyakit hati atau ginjal.

Pengobatan Anosmia

Beberapa pengobatan yang bisa membantu kamu mengatasi anosmia adalah:

  • Semprotan hidung steroid
  • Antihistamin
  • Tablet steroid
  • Operasi pembersihan sinus
  • Operasi pengangkatan polip hidung
  • Operasi untuk meluruskan septum hidung
  • Obat-obatan yang flu yang bisa mengembalikan indra penciuman

Pencegahan Anosmia

Bagi penderita anosmia sementara hingga anosmia bawaan, kamu bisa melakukan perawatan di rumah dengan melakukan perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah yang dapat membantu menangani akibat dari anosmia.

  • Memasang alarm kebakaran rumah terutama di area dapur sehingga bisa menjadi peringatan untuk kamu saat kondisi penciumanmu terganggu
  • Mempertimbangkan pemasangan gas, atau bisa juga dengan mengganti kompor gas alami ke kompor gas listrik
  • Membaca label peringatan produk kemudian menandainya, seperti pembersih kamar mandi dan dapur, inteksida
  • Melakukan pola hidup sehat serta pengobatan untuk dapat meningkatkan kekuatan indra penciuman

Namun tidak semua kasus anosmia bisa dicegah, salah satunya adalah jika itu anosmia bawaan. Tetapi jika bukan karena kelainan dari lahir. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari faktor-faktor yang bisa memicu anosmia seperti:

  • Menerapkan kebersihan diri dan tempat untuk mencegah flu dan pilek
  • Menghindari sumber alergi seperti debu, bulu atau susu
  • Melakukan konsultasi kepada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari asap rokok
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *