Gejala, Penyebab dan Pengobatan Insomnia

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Insomnia

Pernahkah kamu merasakan kesulitan untuk tidur atau insomnia?. Tentu rasanya tidak menyenangkan bukan. Sebagian orang merasakan sulit tidur tanpa ada alasan yang jelas. Padahal badan sudah lelah namun mata sangat sulit untuk terpejam. Biasanya baru bisa tidur saat menjelang pagi hari dan itu pun tidak begitu nyenyak.

Saat bangun tidur hanya rasa lelah yang didapatkan. Padahal seseorang yang kurang tidur akan sulit berkonsentrasi dalam menjalani kegiatan sehari – hari. Keadaan tersebut jelas menyiksa, hingga terkadang seseorang mengambil jalan pintas dengan mengkonsumsi obat tidur. Padahal tanpa disadari jika terus menerus mengkonsumsi obat justru hanya membawa efek samping yang membuat kesulitan baru.

Pengertian Insomnia

Insomnia adalah gangguan tidur yang mengakibatkan seseorang sulit untuk tidur dan tidur tidak nyenyak. Gangguan insomnia dapat menyebabkan rasa lemas untuk melakukan aktivitas sehari – hari bagi penderitanya. Padahal faktor istirahat juga mempengaruhi kesehatan manusia secara keseluruhan.

Umumnya manusia membutuhkan waktu tidur selama 8 jam dalam sehari untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar dan siap menjalani hari. Tidur yang tidak cukup dapat menyebabkan gangguan fisik dan mental.

Penyakit insomnia memiliki dua tipe, di antaranya:

  • Insomnia primer yaitu insomnia yang tidak ada kaitannya dengan kondisi medis.
  • Dan insomnia sekunder yaitu insomnia yang disebabkan oleh gangguan penyakit lain seperti Gerd, kanker, asma, dan depresi. Insomnia yang satu ini juga dapat terjadi karena konsumsi obat – obatan atau alkohol.

 

Gejala Insomnia

Cukup mudah mengenali gejala insomnia, antara lain:

  • Kesulitan tidur atau mengantuk di siang hari.
  • Hilang konsentrasi.
  • Sakit kepala.

Penderita insomnia juga memiliki mood yang buruk dan suka marah – marah. Gejala insomnia tentu dapat membahayakan diri sendiri. Karena dampak insomnia juga berkurang atau hilangnya konsentrasi dan apabila hilang konsentrasi, seseorang dapat beresiko kecelakaan.

Penyebab dan Faktor Resiko Insomnia

Insomnia bisa menyerang siapa saja, baik muda maupun lansia. Namun insomnia cenderung berisiko kepada lansia dan orang-orang yang menderita gangguan kesehatan lainnya. Penyebab insomnia  terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat, kurang olahraga, suasana yang bising hingga tingkat kenyamanan di dalam ruang kamar.

Terdapat faktor risiko insomnia yang sangat beragam antara lain disebabkan oleh:

  • Masalah kesehatan mental, seperti: Depresi, Gangguan panik hingga gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  • Habis melakukan perjalanan jauh atau jet lag.
  • Penggunaan obat-obatan terlarang.
  • Bekerja shift, jadwal bekerja dapat mempengaruhi juga keadaan biologis tubuh.

 

Diagnosis Insomnia

Untuk mendiagnosis insomnia, kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter sehingga dapat dilakukan pemeriksaan. Umumnya, dokter akan melakukan wawancara terkait dengan:

  • Rutinitas tidur.
  • Gaya hidup.
  • Porsi olahraga.
  • Riwayat kesehatan lain.
  • Obat-obatan yang mungkin dikonsumsi.

Selanjutnya dokter akan menganjurkan bagi penderita untuk membuat buku rutinitas tidur supaya bisa mengukur tingkat insomnia. Mengukur seberapa parah insomnia yang diderita. Langkah tersebut dapat membantu dokter untuk memberikan penanganan yang sesuai pada penderita insomnia.

Pengobatan Insomnia

Jangan anggap sepele penyakit insomnia sebab jika tidak diberi penanganan, insomnia akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya. mulai dari penurunan konsentrasi, tekanan darah tinggi, kesehatan mental hingga resiko penyakit jantung.

Dalam beberapa kasus, insomnia bisa ditangani dengan mendengarkan musik yang menenangkan atau menggunakan lilin aroma terapi. Ini diupayakan agar tubuh lebih rileks sehingga memudahkan seseorang untuk tidur.

Selain itu, dokter juga sering kali mneyarankan untuk melakukan terapi yang dapat mengubah perilaku dan pola pikir yang dapat mempengaruhi pola tidur. Jika dianggap perlu, dokter bisa memberikan obat tidur sesuai dosis yang sifatnya sementara waktu. Karena jika dikonsumsi terus – menerus bisa menimbulkan efek samping.

Pengobatan Herbal Untuk Insomnia

Sedikit – sedikit jangan minum obat, jangan buru – buru untuk pergi ke apotek untuk membeli obat. Banyak bahan – bahan yang bisa dikonsumsi untuk menghadirkan rasa kantuk dan dapat tertidur, antara lain:

Lavender

Tanaman Lavender memang terkenal memiliki aroma yang harum dan dapat memberikan sensasi rileks pada tubuh. Tanaman Lavender juga dikenal menjadi obat tidur tradisional yang ampuh untuk membantu mengatasi kesulitan tidur.

Teh Herbal

Salah satu jenis teh yang dapat membantu mengatasi kesulitan tidur adalah teh chamomile. Kandungan flavonoid apigen dalam teh chamomile dapat menenangkan otak dan mengurasi rasa cemas.

Susu Hangat

Minum susu hangat di malam hari sebelum tidur dapat membantu untuk tidur lebih cepat. Kandungan kalsium yang tinggi bisa merangsang otak untuk memproduksi hormon melatonin dan juga dalam kondisi kenyang seseorang lebih cepat mengantuk dan tertidur.

Kaktus

Selain menjadi tanaman hias, kaktus ternyata juga memiliki manfaat untuk menetralisir udara di ruangan kamar dan membuat tidur lebih nyaman. Pasalnya, kondisi udara di dalam ruangan juga turut mempengaruhi mengapa individu bisa mengalami kesulitan tidur.

Kunyit

Salah satu tanaman dengan segudang manfaat ini juga dapat membantu seseorang yang kesulitan tidur. Kunyit dapat mengurangi peradangan, membantu detoksifikasi hati, menurunkan kadar gula darah, dan memudahkan sistem pencernaan. Semua kandungan tersebut dapat memudahkan kamu untuk tidur dan membuat tubuh menjadi lebih segar saat bangun.

Kayu manis

Teh kayu manis atau cinnamon dapat membantu mengobati insomnia, mengatur gula darah, meningkatkan sistem imun dan memperbaiki pencernaan. Dengan mengonsumsi cinnamon, tidur kamu akan menjadi lebih berkualitas dan segar di pagi hari.

Share artikel ini dan tuliskan pemikiran kamu terkait insomnia di kolom komentar dibawah. Tips lain untuk mencegah terjadinya insomnia adalah cobalah untuk tidak bermain ponsel menjelang tidur dan posisikan tubuh senyaman mungkin saat akan tidur.

Jika terserang insomnia dan tampak tidak ada perubahan, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *