Gejala, Penyebab dan Pengobatan Rematik

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Rematik

Penyakit yang kerap kali menyerang masyarakat Indonesia di usia 25 sampai dengan 74 tahun salah satunya adalah rematik.

Penyakit ini menimbulkan rasa sakit pada otot dan sendi dan akan berlangsung menahun. Gejalanya pun sering kali datang dan pergi. Penyakit rematik tidak boleh disepelekan sebab bisa saja menyerang wilayah lain seperti paru-paru, pembuluh darah dan kulit meskipun kasus tersebut jarang terjadi.

Selain itu, penyakit rematik jika dibiarkan juga bisa menimbulkan erosi pada tulang hingga kerusakan total pada sendi. Tentu dapat membahayakan bukan?. Maka dari itu berikut di bawah ini informasi mengenai penyakit rematik: gejala, penyebab dan pencegahan yang bisa dipelajari untuk menangani penyakit rematik.

Penyakit Rematik

Rematik adalah jenis penyakit yang menyerang persendian dan tulang yang dapat menyebabkan rasa nyeri disertai peradangan maupun pembengkakan serta suhu tubuh yang tinggi. Gejala dari rematik antara lain rasa nyeri, lelah, letih, lesu, kaku pada persendian, ketegangan pada otot, dan lainnya.

Penyebab Rematik

Rematik hakikatnya manifestasi dari penyakit seperti depresi, stres dan sebagainya. Dalam kondisi mental terganggu, otot tubuh mengalami gangguan ketegangan. Jika berlangsung secara terus menerus akan berakibat terbentuknya serat-serat jaringan di antara serat-serat otot.

Peredaran darah yang tidak lancar juga dapat memicu timbulnya rematik, biasanya ditandai dengan kesemutan. Karena fungsi sebagian darah yang mengangkut sisa – sisa makanan dan kotoran tubuh menjadi tersendat sehingga menjadi kekurangan oksigen. Polusi dalam kehidupan sehari – hari yang tersebar melalui udara juga dapat mengakibatkan rematik.

Gejala Rematik

Gejala – gejala yang muncul pada penderita biasanya berbeda – beda. Selain nyeri pada sendi, gejala yang mungkin akan timbul berupa:

  • Demam
  • Berat badan turun
  • Selera makan hilang
  • Berkeringat dan rasa lelah

Saat rematik ketika peradangan yang menyebar di area lain, biasanya bagian tubuh yang sering kali terserang adalah:

  • Mata, menyebabkan mata kering
  • Hati dan paru-paru, terasa nyeri di dada

Pengobatan Penyakit Rematik

Lantas apa rematik bisa sembuh total? penyakit rematik termasuk penyakit yang sulit untuk disembuhkan. Hanya saja gejala dan rasa sakitnya dapat dikurangi dengan konsumsi obat – obatan hingga terapi fisik. Selain itu pengobatan juga bertujuan untuk mencegah dan memperlambat kerusakan sendi.

Berikut di bawah ini obat-obatan yang dapat diberikan kepada penderita penyakit rematik:

Obat Remitif (DMARD)

Obat rematik ini dapat diberikan untuk pengobatan jangka panjang. DMARD berfungsi untuk memperlambat dan melindungi sendi serta jaringan lunak di sekitarnya dari kerusakan. Obat – obatan yang termasuk dalam golongan ini adalah metotreksat, klorokuin dan garam emas.

Obat Anti Inflamasi Nonsteroid (NSAID)

Obat rematik satu ini berfungsi mengurangi peradangan dan meredakan rasa nyeri pada persendian akibat rematik. Obat – obatan yang termasuk NSAUD yang dapat dibeli di apotik adalah ibuprofen dan naproxen.

Kortikosteroid

Obat kortikosteoid dapat mengurangi rasa kaku dan nyeri pada sendi. obat rematik ini dapat diberikan hanya untuk pengobatan jangka pendek sebab memiliki efek samping yang serius seperti osteoporosis, diabetes, berat badan naik dan penipisan pada kulit.

Pengobatan Herbal Rematik

Pengobatan Luar

Dilansir dari buku Penyembuhan dengan Mengkudu oleh Prof. H. M. Hembing Wijaya Kusuma, buah mengkudu dapat menjadi pengobatan jalur tradisional bagi penyakit rematik.

Buah tersebut kaya akan zat terpenes yang membantu tubuh dalam proses pemulihan sel – sel yang berefek untuk meningkatkan kesehatan secara umum. Serta memiliki kandungan nutrisi yang dapat mencukupi kebutuhan vitamin dan zat – zat penting yang diperlukan tubuh seperti asam askorbat dan asam kaprilat.

Berikut di bawah ini adalah resep – resep pengobatan pada penyakit rematik untuk pengobatan luar. Cobalah untuk menerapkan salah satu resep di bawah ini secara teratur :

  1. Resep pertama, siapkan 100 gr daun mengkudu/pace, 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 butir cengkeh, 15 butir merica.
    Cuci semua bahan yang sudah dipersiapkan kemudian haluskan. Setelah itu oleskan pada bagian yang sakit.
  2. Resep kedua, siapkan 100 gr daun mengkudu/pace, 20 gr jahe, cuci kemudian haluskan dan balurkan pada bagian yang sakit.
  3. Resep ketiga, siapkan 100 gr daun mengkudu/pace, 100 gr daun jinten serta kapur sirih secukupnya.
    Cuci dahulu dan haluskan kemudian gosok pada bagian yang sakit.

 

Pengobatan Dalam

Selain mengobati bagian luar, pengobatan bagian dalam juga penting untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Bahan – bahannya sederhana dan cukup mudah untuk didapatkan. Berikut di bawah ini adalah resep – resep pengobatan dalam untuk penyakit rematik.

  1. 1 – 2 buah mengkudu/pace yang matang dicuci dan potong-potong, 5 butir cengkih dan 15 gr akar bawang putih. Haluskan dengan cara diblender atau ditumbuk dengan air secukupnya.
    Kemudian rebus sampai mendidih. Tambahkan madu secukupnya dan diminum.
  2. 1 – 2 buah mengkudu/pace yang matang kemudian cuci lalu diparut. Siapkan 100 gr daging buah jeruk bali dan potong-potong. 10 gr jahe merah serta 15 gr temulawak kemudian iris-iris.
    Setelah semua siap, rebus bahan dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Airnya disaring kemudian diminum.
  3. 2 buah mengkudu/pace yang matang dicuci dan potong-potong. 100 gr daun mengkudu/pace pilih yang tua kemudian diiris-iris. 100 gr lidah buaya, kupas dan potong-potong. 100 gr takokak dan 3 butir cengkih.
    Semua bahan direbus dengan 600 cair hingga tersisa 300 cc. Airnya disaring kemudian diminum.

Pola Hidup

Selain berusaha dengan melakukan pengobatan medis maupun herbal. Penderita penyakit rematik juga perlu memperhatikan gaya hidup sehat yang dapat membantu mengobati dan meredakan gejala rematik. Antara lain sebagai berikut :

  • Rutin olahraga dengan jalan kaki atau berenang.
  • Kompres dingin atau panas untuk meredakan nyeri pada otot sehingga menjadi lebih rileks.
  • Konsumsi makanan rendah kalori dengan gizi seimbang.
  • Serta melakukan terapi seperti akupuntur, pijat atau meditasi.

Penyakit rematik sampai saat ini tidak dapat disembuhkan namun tidak ada salahnya menghindari faktor risiko yang dapat dihindari dan menjalani hidup yang sehat.

Share juga pemikiran kamu di kolom komentar tentang penyakit rematik. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang dapat mencegah dari penyakit rematik ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *