Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Obesitas

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Obesitas

Alasan mengapa seseorang mengalami obesitas adalah karena pemasukan kalori lebih banyak daripada yang dikeluarkan. Masalah obesitas tidak bisa dianggap sepele, sebab berdasarkan data Kementrian Kesehatan tahun 2018, prevalensi berat badan lebih dan obesitas sebesar 16,0% pada remaja usia 13 – 15 tahun dan 13,5% pada remaja 16 – 18 tahun. Data tersebut menandakan bahwa kondisi gizi remaja di Indonesia harus diperbaiki.

Sebagian besar remaja menggunakan waktu luang dengan bersantai, dalam arti tidak aktif melakukan kegiatan. Sebagai sampel sepertiga remaja memakan makanan instan seperti camilan buatan pabrik dan sepertiga lainnya gemar mengonsumsi kue basah, roti, gorengan serta kerupuk.

Obesitas

Obesitas adalah kondisi yang terjadi karena penumpukan lemak akibat makanan yang dimakan mengandung banyak kalori dibanding yang dapat digunakan tubuh. Sehingga kelebihan tersebut berubah menjadi bentuk lemak. Namun sebaliknya, jika kalori yang dipakai lebih banyak daripada yang diperoleh dari makanan, maka cadangan kalori atau lemak akan digunakan sebagai sumber energi.

Obesitas dipicu karena perubahan gaya hidup, asupan nutrisi yang semakin banyak dari makanan instan atau olahan. Hal ini tentu menjadi tantangan besar untuk mencegahnya, sebab obesitas sering kali menimbulkan banyak masalah kesehatan yang kronis.

Seseorang yang mengalami obesitas akan cenderung untuk sakit, dan memiliki resiko tiga kali lebih tinggi untuk mengidap penyakit diabetes. Kelebihan lemak dalam tubuh juga akan menambah beban yang berat bagi jantung, sebab jantung harus menambah tenaga untuk memompa darah.

Ekstra lemak juga dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap beberapa penyakit tertentu seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, lever, rematik, dan sebagainya.

Penyebab Obesitas

Obesitas sering terjadi ketika kamu hanya bersantai bersama camilan atau makanan tinggi kalori tanpa melakukan aktivitas fisik untuk membakar kalori tersebut. Kalori akan berubah menjadi lemak, membuat berat badan tubuhmu meningkat sampai tidak menyadari bahwa akhirnya terjadi obesitas. berbagai penyebab obesitas lainnya antara lain adalah:

Keturunan

Di antara faktor – faktor fisik, salah satu yang diturunkan adalah bentuk tubuh. Bagi seseorang yang cenderung bulat, maka perlu lebih waspada untuk memperhatikan berat tubuhnya dari pada mereka yang cenderung memiliki tubuh kurus.

Namun faktor yang satu ini begitu lemah. Faktor yang cenderung lebih mempengaruhi yaitu kebiasaan makan, aktifitas dan pengaruh cara didik dan kebiasaan orang tua.

Fisiologis

Peneliti percaya bahwa beberapa orang menjadi obesitas karena mekanisme pengontrolan nafsu makannya tidak berfungsi dengan baik.

Pada orang normal, nafsu makan akan berangsur angsur menurun terlebih ketika setelah makan. Namun apabila hal ini tidak berjalan seperti seharusnya maka seseorang tersebut akan ingin makan terus yang akhirnya terakumulasi mengakibatkan obesitas.

Kebudayaan

Bayi – bayi yang gemuk biasanya dianggap sehat, itulah sebabnya banyak orang tua yang mengusahakan bayinya supaya terlihat gemuk “sehat” dengan memberikan susu formula.

Bayi yang terlalu gemuk akan cenderung tumbuh menjadi remaja yang kegemukan. Beberapa studi menunjukkan bahwa 80% dari anak – anak yang mengalami kegemukan akan tumbuh menjadi orang dewasa yang gemuk juga.

Psikologi

Sebagian orang yang sedang mengalami masalah emosi yang kurang baik, dimana terdapat emosi yang tidak terkendali seperti ketegangan, kekecewaan, tekanan mental maupun kesepian juga berisiko obesitas. Perasaan ini acapkali dilampiaskan dengan konsumsi makanan yang berlebih dengan tujuan untuk mengalihkan dari apa yang dirasakan.

Faktor tersebut sering kali menyebabkan seseorang menjadi obesitas sebab beberapa alasan menjadikan seseorang gemuk antara lain:

  • Makan terlalu banyak karena stres yang tidak jelas sebabnya.
  • Berlebihan dalam makan untuk menjadi pelipur lara.
  • Makan terlalu banyak karena banyak pikiran yang mendalam.
  • Makan terlalu banyak karena kecanduan.

Maka dari itu, makan terlalu banyak menjadi penyebab kegemukan. Padahal tubuh yang kegemukan atau obesitas dapat menjadi beban mental di kemudian hari, sehingga mengalami depresi.

Hal ini ditakutkan menjadi depresi berupa lingkaran setan yang tiada habisnya jika tidak dihentikan secepat mungkin.

Pengobatan Obesitas

Cara untuk menangani obesitas adalah dengan menurunkan berat badan melalui program penurunan berat badan yang harus melibatkan dokter gizi dan psikiater.

Dalam program penurunan berat badan, tentu penderita akan disarankan untuk mengubah pola makan dan aktivitas fisik. Program penurunan badan akan disesuaikan dengan kondisi penderita baik dari kondisi kesehatan ataupun tingkat obesitas yang diderita.

Berikut program penurunan berat badan:

Perubahan Pola Makan

Perubahan pola makan bagi penderita obesitas tentu akan sulit. Sebab sudah menjadi kebiasaan untuk makan apapun yang diinginkan dengan kunatitas yang diinginkan pula.

Maka dari itu, cara terbaik untuk menjalankan perubahan pola makan adalah dengan mengganti makanan dan minuman yang awalnya tinggi kalori dengan makanan atau minuman yang tinggi serat. Contoh makan dengan serat tinggi adalah seperti sayur – sayuran dan buah. Serta sebisa mungkin menghindari makanan dengan pemanis buatan dan tinggi kadar garam.

Peningkatan Aktivitas Fisik

Peningkatan aktivitas fisik bisa dilakukan dengan cara rutin berolahraga secara teratur dan dilakukan secara bertahap. Misalnya dengan jalan cepat, jogging, berlari, bersepeda atau berenang.

Seseorang harus melakukan peningkatan aktivitas dalam kehidupannya sehari – hari, seperti lebih memilih berjalan kaki saat hendak berpergian jika jarak yang ditempuh tidaklah terlalu jauh.

Perubahan Perilaku

Perubahan perilaku bisa dilakukan dengan cara mengikuti psikoterapi untuk mengubah pola pikir dan mengatasi masalah emosi atau perilaku yang terkait dengan konsumsi makanan.

Jika cara di atas belum berhasil juga, biasanya dokter akan memberikan obat dengan mempertimbangkan riwayat medis dan efek samping yang dapat ditimbulkan. Dokter juga akan selalu memantau setiap perkembangannya.

Share juga pemikiran kamu di kolom komentar tentang obesitas. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang dapat mencegah dan mengobati dari obesitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *