Gejala, Penyebab dan Pengobatan Leukemia

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Leukemia

Kanker darah atau yang disebut leukemia adalah penyakit yang mematikan. Sejatinya semua kanker terjadi karena proses yang seharusnya teratur tetapi berjalan salah.

Sel – sel yang seharusnya mati belum juga mau berganti sedangkan sel – sel yang belum dibutuhkan justru sudah terbentuk. Seharusnya sel – sel tumbuh, kemudian menjadi tua dan mati sehingga sel – sel baru bisa mengambil tempat sebelumnya.

Kanker Darah (Leukemia)

Leukemia adalah kanker yang bermula pada sel darah. Sel darah dibesarkan di sumsum tulang. Sel yang belum matang atau dewasa dinamakan sel induk. Untuk sel yang telah dewasa yang berada di dalam sumsum tulang, mereka kemudian bergerak ke dalam pembuluh darah dan mengalir ke jantung.

Dalam sumsum tulang terdapat tipe – tipe sel darah yang berbeda dan memiliki fungsi khusus antara lain:

  1. Sel darah merah berfungsi mengangkut oksigen ke setiap jaringan yang ada di seluruh tubuh.
  2. Sel darah putih berguna melawan infeksi.
  3. Platelet berfungsi membantu membentuk bekuan – bekuan atau gumpalan – gumpalan darah yang mengontrol pendarahan.

Pada penderita leukemia, sumsum tulang menghasilkan sel – sel putih yang abnormal sehingga bukannya melawan infeksi, justru mereka menyerang sel – sel darah yang normal akibatnya fungsi kerja darah terbebani.

Tipe – Tipe Leukemia

Kondisi penderita leukemia akan memburuk secara perlahan apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Berdasarkan seberapa cepat penyakit leukemia berkembang, berikut di bawah ini merupakan tipe – tipe leukemia yang terbagi menjadi dua, antara lain:

Leukemia Kronis

Pada awalnya gejala-gejala pada leukemia kronis tidak akan terasa sampai akhirnya ketika jumlah sel-sel abnormal semakin meningkat barulah muncul gejala – gejala yang membuat leukemia kronis semakin memburuk.

Leukemia Akut

Pada kondisi leukemia akut sel – sel darah menjadi sangat abnormal dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Sedangkan jumlah sel abnormal kian meningkat sehingga membuat keadaan semakin memburuk dengan cepat.

Sedangkan secara umum tipe – tipe leukemia adalah sebagai berikut:

  1. Leukemia Limpositis Kronis
  2. Leukemia Myeloid Kronis
  3. Leukemia Limpositis Akut
  4. Leukemia Myeloid Akut

 

Faktor – faktor Risiko Leukemia

Belum pasti apa penyebab dari penyakit leukemia, selama ini para dokter juga jarang mengungkapkan penyebab pastinya mengapa seseorang mengidap penyakit leukemia.

Namun berdasarkan sejumlah penelitian terdapat faktor – faktor tertentu yang dapat memungkinkan seseorang untuk menderita leukemia. Faktor – faktor risikonya antara lain:

Tingkatan Radiasi yang Sangat Tinggi

Orang – orang yang terpapar tingkatan radiasi tinggi dapat memungkinkan untuk menderita leukemia. Radiasi yang tinggi muncul biasanya karena adanya ledakan bom atom atau kecelakaan reaktor nuklir serta perawatan medis yang menggunakan tingkatan radiasi tinggi.

Bekerja dengan Bahan Kimia Tertentu

Bahan – bahan kimia memang sering kali membawa dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya adalah paparan pada tingkatan yang tinggi dari Benzene dan formaldehyde dapat menyebabkan leukemia.

Kemoterapi

Pasien – pasien yang menjalani kemoterapi dapat menderita leukemia di kemudian hari. Misalnya obat – obatan yang dikenal sebagai alkylating.

Down Syndrome dan Penyakit Genetika Lainnya

Beberapa kondisi dan penyakit yang disebabkan oleh kromosom – kromosom yang abnormal dapat memiliki faktor risiko lebih tinggi terkena leukemia.

Gejala – gejala Leukemia

Adapun gejala – gejala yang dapat dirasakan oleh para penderita leukemia diantaranya:

  • Lemah, letih dan lesu
  • Demam
  • Pusing
  • Nyeri pada persendian
  • Kehilangan berat badan
  • Infeksi yang terjadi berkali – kali
  • Pendarahan dan mudah memar

Gejala – gejala di atas bukanlah tanda – tanda pasti dari leukemia. Sebab persoalan kanker memang sulit dideteksi gejala – gejalanya. Maka dari itu, jika seseorang mengalami gejala – gejala tersebut segera konsultasikan pada dokter supaya mendapat penanganan lebih lanjut.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan sejarah medis pribadi dan keluarga. Kemudian akan melakukan beberapa pemeriksaan dan tes seperti:

  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah dan tes laboratorium untuk memeriksa tingkat sel – sel darah
  • Biopsi

Pengobatan Leukemia

Pengobatan leukemia tergantung pada sejumlah faktor, termasuk tipe, umur, apakah sel – sel leukemia hadir dalam cairan serebrospinal, apakah leukemia telah dirawat sebelumnya, serta ciri-ciri tertentu dari sel – sel leukemia.

Nantinya dokter akan mempertimbangkan juga melalui gejala – gejala yang dialami dan kesehatan umum pasien.

Kemoterapi

Perawatan dengan pemberian obat – obatan untuk membunuh sel – sel leukemia. Kemoterapi ini dilakukan dalam beberapa cara, yaitu melalui mulut, dengan suntikan langsung ke dalam suatu vena, dan melalui tabung lentur kecil yang disebut kateter.

Nantinya kateter akan ditempatkan di dalam suatu vena besar, dan umumnya ditemukan di bagian atas dada.

Terapi Biologi

Beberapa tipe leukemia bisa ditangani dengan terapi biologi yaitu leukemia limpositis kronis dan myeloid kronis. Terapi ini adalah tipe perawatan dengan memperbaiki pertahanan alami tubuh terhadap kanker. Caranya dengan pemberian suntikan ke dalam suatu vena.

Terapi Radiasi

Terapi radiasi dilakukan dengan menggunakan sinar – sinar dengan pengaturan tertentu untuk membunuh sel – sel leukemia. Nantinya sinar tersebut akan diarahkan pada limpa, otak, atau bagian – bagian lain dari tubuh tempat berkumpulnya sel – sel leukemia.

Transplantasi Sel Induk

Perawatan ini dilakukan dengan pencangkokan sel induk. Pasien akan dirawat dengan pemberian obat – obatan berdosis tinggi, radiasi atau kombinasi keduanya.

Pemberian dosis tinggi bertujuan untuk menghancurkan sel – sel leukemia dan sel – sel darah normal di dalam sum – sum tulang. Setelah itu pasien akan menerima sel-sel induk yang sehat melalui suatu tabung elastis yang ditempatkan di dalam vena yang besar pada leher atau area dada.

Pada akhirnya sel – sel induk yang dicangkokkan itulah akan muncul sel-sel darah baru.

Share juga pemikiran kamu di kolom komentar tentang leukemia. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang yang teredukasi dan dapat terhindar dari bahaya leukemia dan dapat mengobatinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *