Gejala, Penyebab dan Pengobatan Kanker Usus Besar

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Kanker Usus Besar

Usus besar merupakan bagian yang penting dalam sistem pencernaan. Ia menjadi bagian saluran pembuangan makanan setelah sebelumnya disimpan hingga akhirnya menjadi sampah.

Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dan nutrisi dari makanan yang sudah dicerna. Usus besar juga merupakan rektum yang berada di dekat anus berbentuk pipa panjang berotot.

Tumor – tumor usus besar dan rektum tumbuh dari dinding di dalam usus besar. Tumor jinak disebut polip sedangkan usus besar disebut kanker.

Kanker Usus Besar

Kanker usus besar merupakan penyakit tumor ganas, gejala umumnya adalah buang air besar yang berdarah. Pertumbuhan sel – sel dalam usus besar tidak terkendali sehingga menimbulkan adanya benjolan yang dapat membesar secara progresif hingga menjadi ganas.

Kanker usus besar merupakan penyebab ke tiga dari kanker pada laki – laki dan ke empat pada perempuan. Umumnya terjadi di wilayah barat dan jarang muncul di Asia dan Afrika.

Penyebab Kanker Usus Besar

Meski faktor penyebab usus besar belum jelas, namun penyebab kanker usus besar sering terjadi karena faktor pola makan yang buruk. Misalnya konsumsi makanan berkadar lemak tinggi, faktor genetis, polip, atau radang usus besar yang kronis.

Konsumsi Makanan dengan Lemak Tinggi

Selain menjadi timbunan lemak di tubuh, konsumsi makanan dengan lemak tinggi dapat menyebabkan kanker. Seperti mengkonsumsi daging berlemak.

Polip

Kebanyakan kanker usus besar berkembang di polip – polip usus besar. Untuk itu perlu diadakan skrining dan pengangkatan pada polip – polip usus besar.

Genetis

Meski kemungkinan kecil latar belakang genetis menjadi penyebab kanker usus besar. Orang yang anggota keluarganya pernah mengalami usus besar terutama orang tua atau saudara kandung memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker usus besar.

Radang Usus Besar Kronis

Seseorang yang menderita radang usus besar kronis memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker usus besar.  

Gejala – Gejala Kanker Usus Besar

Ada banyak gejala – gejala penderita kanker usus besar, antara lain:

  • Mudah lelah.
  • Sesak napas.
  • Tinja berukuran kecil.
  • Diare atau sembelit.
  • Darah merah atau hitam pada tinja.
  • Kejang – kejang.
  • Kehilangan berat badan.
  • Sakit perut dan kembung.

 

Pencegahan Kanker Usus Besar

Untuk mencegah terjadinya kanker usus besar, maka perlu dilakukan deteksi dini dan pengangkatan  polip – polip usus besar yang belum bersifat kanker. Selain itu, pencegahan juga bisa dilakukan dengan pemeriksaan rektum dengan jari dan tes darah yang tersembunyi dari tinja.

Dalam pemeriksaan rektum dengan jari, dokter memasukkan jari yang sudah memakai sarung tangan steril ke dalam rektum untuk merasakan pertumbuhan yang tidak normal. Sedangkan, contoh – contoh tinja dibutuhkan untuk memeriksa darah yang tersembunyi di dalamnya.  

Selain itu salah satu cara untuk mencegah terjadinya kanker usus besar adalah dengan merubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat antara lain dengan:

  • Rutin berolahraga.
  • Manajemen stres yang baik.
  • Mengontrol gula darah.
  • Mengurangi asupan lemak dalam makanan sehari – hari.
  • Tidak merokok.
  • Hindari alkohol.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur – sayuran.

 

Perawatan Kanker Usus Besar

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit kanker usus besar. Namun tergantung terhadap beberapa faktor – faktor yang dapat mempengaruhi pengobatan seperti tingkatan stadium yang diidap pasien.

Untuk itu, berikut di bawah ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pengobatan kanker usus.

Operasi

Untuk mengobati kanker usus besar perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor ganas supaya kanker tidak menyebar ke bagian anggota tubuh yang lain.

Selain itu untuk melakukan kolektomi, dimana dokter akan memotong bagian usus yang tidak sehat, kemudian akan menyambung kembali bagian – bagian yang sehat dari usus.

Kemoterapi

Pada pengobatan melalui kempoterapi, pasien akan diberikan obat – obatan yang akan mencegah dan membunuh sel kanker. Kemoterapi dilakukan jika kanker sudah menyebar.

Karena obat akan menyebar ke seluruh tubuh. Pengobatan melalui kemoterapi dapat menimbulkan efek samping di antaranya: rambut rontok, mual, kelelahan, dan muntah.

Terapi Radiasi

Cara ini dengan memberikan sinar gamma pada tubuh untuk membunuh sel – sel kanker. Ini disarankan untuk pengindap kanker usus besar stadium lanjut dimana kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening.

Terapi Radiasi ini juga memiliki efek samping antara lain: kulit merasa panas dan terbakar, mual, muntah, diare, lelah, nafsu makan hilang hingga berat badan berkurang.

Terapi dengan Obat

Obat bernama Regorafenib diberikan kepada pasien pengidap kanker usus besar stadium akhir dan sudah tidak tanggap dengan perawatan lain. Dimana obat ini bekerja dengan cara memblokir enzim yang mendorong pertumbuhan sel kanker. Obat ini telah mendapat izin khusus dari Food and Drug Administration (FDA).

Setelah melakukan pengobatan kanker usus besar, pasien akan melaksanakan perawatan lanjutan, dimana ini merupakan hal penting.

Pemeriksaan lanjutan mencakup pemeriksaan fisik oleh dokter, seperti tes – tes darah dari enzim – enzim hati, sinar X dada, CAT Scan dari perut dan panggul, colonoscopy, dan tes darah CEA.

Sebab kanker dapat terjadi kembali di tempat asal atau pada bagian organ yang lain. Penderita yang menderita kanker usus besar juga tidak menutup kemungkinan memiliki risiko kanker prostat, kanker payudara, dan kanker serviks. Oleh karena itu pemeriksaan lanjutan harus mencakup seluruh area seperti hati, pinggul atau yang lainnya.

Share juga pemikiran kamu di kolom komentar tentang kanker usus besar. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang yang teredukasi dan terhindar dari kanker usus besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *