Gejala, Penyebab dan Pengobatan Kanker Payudara

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Kanker Payudara

Penyakit kanker hingga saat ini masih menjadi momok bagi sebagian besar orang. Penyakit ini dianggap menjadi ancaman karena biasanya penyakit diketahui setelah kanker menyebar ke seluruh tubuh dan sudah berada pada stadium akhir.

Ada banyak jenis kanker yang dianggap mematikan dan dapat membahayakan nyawa seseorang. Salah satunya adalah kanker payudara.

Berdasarkan data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 penduduk. Rata – rata kematian karena kanker payudara mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk.

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel – sel atau jaringan payudara. Meski kanker ini dikenal menyerang perempuan, namun kanker payudara juga bisa terjadi pada laki-laki.

Kanker payudara menjadi penyakit yang berada di urutan kelima dari jenis – jenis kanker yang menyebabkan kematian, setelah kanker paru – paru, kanker rahim, kanker hati dan kanker usus.

Gejala – Gejala Kanker Payudara

Gejala pada kanker payudara biasanya seseorang akan merasakan adanya benjolan aneh di sekitar jaringan payudara atau salah satu payudara tampak lebih besar dan aneh. Pada saat kamu menemukan benjolan aneh di area payudara sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Umumnya, penderita kanker payudara akan menemukan benjolan pada payudara dan tidak menimbulkan rasa sakit. Semula berukuran kecil kemudian semakin hari kian membesar seperti melekat pada kulit. Perhatikan juga perubahan yang terjadi pada kulit payudara di sekitar benjolan atau perubahan pada puting.

Rasa sakit dan nyeri kemudian timbul apabila benjolan semakin besar itu ditekan. Jadi jika rasa nyeri pada payudara dan puting susu tidak kunjung menghilang sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Hal penting yang perlu digaris bawahi adanya kanker payudara adalah puting susu yang mengkerut ke dalam. Kemudian puting tersebut yang semula berwarna merah muda berubah menjadi kecoklatan dan membengkak. Hal lain yang terjadi adalah seringnya keluar cairan dari puting payudara ketika tidak lagi menyusui.

Penyebab Kanker Payudara

Sampai sekarang penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti. Namun beberapa kemungkinan faktor – faktor penyebab kanker payudara antara lain:

Usia

Kanker payudara akan meningkat pada usia remaja ke atas.

Genetis

Dua jenis gen yang sangat mungkin risiko kanker payudara adalah BRCA1 dan BRCA2. Jika perempuan mengidap kanker payudara, maka ia memungkinkan memiliki risiko kanker payudara dua kali lipat dibandingkan perempuan lain yang keluarganya tidak memiliki penderita kanker ini.

Pemakaian Obat – Obatan

Seorang perempuan yang menggunakan terapi obat hormon pengganti dapat lebih berisiko terkena kanker payudara, seperti hormon eksogen.

Faktor – Faktor Lain

Misalnya tidak menikah, menikah tetapi tidak memiliki anak, melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak, stress, dan perempuan yang mengalami menstruasi di bawah usia 11 tahun.

Ragam Tipe Kanker Payudara

Tipe – tipe kanker payudara dapat dikategorikan menjadi:

Kanker Payudara Non-Invasive

Kanker jenis ini terjadi pada kantung susu, yaitu penghubung antara kelenjar yang memproduksi susu (alveolus) dan puting susu. Pada kondisi tersebut, kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu.

Kanker Payudara Invasive

Kanker payudara ini kebalikan dari Non-Invasive dimana kanker telah menyabr ke bagian luar kantung susu dan menyerang jaringan di sekitarnya. Bahkan bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti kelenjar limpa, melalui peredaran darah.

Diagnosa Kanker Payudara

Dengan tindakan biopsi, kanker payudara dapat diketahui dengan cara mengambil sampel jaringan sel payudara yang mengalami benjolan.

Supaya mampu mengetahui pertumbuhan sel yang terjadi, apakan bersifat tumor jinak atau ganas. Seseorang juga dapat secara mandiri melakukan deteksi dini dengan cara mengenali perubahan yang terjadi pada payudaranya. Kanker payudara secara umum akan menyebabkan:

  • Muncul benjolan pada payudara.
  • Keluar cairan tidak normal dari puting susu. Misalnya berupa nanah, darah, dan cairan encer. Selain itu, bisa juga berupa keluarnya air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui.
  • Perubahan bentuk dan besarnya payudara.
  • Kulit puting susu melekuk ke dalam atau berkerut.

Pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan untuk mengetahui gejala kanker payudara. Berikut sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara:

Pertama, dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Setiap perempuan dianjurkan melakukan SADARI secara teratur sebulan sekali selepas selesai menstruasi. Untuk perempuan yang telah menopause, SADARI bisa dilakukan pada tanggal tertentu yang mudah diingat dari setiap bulannya.

Kedua, melakukan pemeriksaan payudara oleh tenaga medis seperti dokter atau bidan.

Ketiga, pemeriksaan radiologi menggunakan sinar X atau disebut mammografi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil gambar dari arah samping dan atas untuk masing – masing payudara. Dari semua kasus kanker payudara, mammografi bisa menjadi senjata yang paling efektif untuk mendeteksi dini kanker payudara karena dapat mendeteksi hampir 80 – 90 persen.

Penanganan dan Pengobatan Kanker Payudara

Meningkatkan Kadar Antioksidan

Antioksidan dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan yang terdapat di alam antara lain beta carotein, vitamin E, dan vitamin C. Sayur – sayuran dan buah – buahan merupakan makanan yang kaya antioksidan.

Untuk dapat meningkatkan kadar antioksidan seseorang dapat melakukan beberapa cara.

Pertama, mengurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dan daging yang dimasak terlalu lama.

Kedua, mengonsumsi asam – asam lemak Omega 3 yang bisa menjadi perlindungan tubuh dari pembentukan dan aktivitas – aktivitas dari produk yang mengandung lemak berbahaya. Biasanya dapat ditemukan pada ikan.

Ketiga, diet sehat dengan diet yang kaya dengan sayuran dan buah – buahan, diet rendah lemak, asupan vitamin E dan C yang memadai, serta menghindari rokok.

Olahraga

Olahraga secara rutin dapat mengurangi risiko kanker payudara. Biasakan olahraga 30 menit setiap hari misalnya dengan berjalan kaki, jogging, berenang atau bersepeda.

Operasi untuk Pencegahan

Salah satu teknik operasi untuk pencegahan adalah Prophylactic Mastectomy. Teknik ini yaitu pengangkatan satu atau kedua payudara yang mempunyai risiko tinggi terpapar kanker payudara. Cara ini bisa mengurangi hingga 90 persen dari kemungkinan perempuan mengembangkan kanker payudara.

Namun, hal tersebut juga tidak mungkin sepenuhnya mencegah perkembangan kanker payudara. Jadi, seseorang harus mempertimbangkan pencegahan dini dan melakukan diskusi dengan dokter tentang berbagai risiko kanker, jenis perawatan yang tersedia, potensi komplikasi dan implikasi dari operasi yang akan dilakukan sebelum membuat keputusan.

Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan karena pertumbuhan sel – sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel – sel kanker kemudian akan terus berkembang dengan cepat, tidak terkendali hingga mampu membelah diri dan menyerang organ – organ penting tubuh.

Share juga pemikiran kamu di kolom komentar tentang kanker payudara. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang yang teredukasi dan dapat mencegah dan mengobati kanker payudara yang mengerikan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *