Fakta dan Mitos Tentang Latah

Fakta dan Mitos Tentang Latah

Masih banyak fenomena latah di tengah – tengah masyarakat sampai timbul pemahaman bahwa penyakit latah adalah penyakit yang dapat menular.

Padahal faktanya penyakit ini tidak dapat menular dan bisa diatasi oleh individu yang mengalaminya. Namun, di Indonesia akan sulit untuk mencegah perilaku latah sebab orang – orang sering kali memanfaatkan penderita latah untuk bahan lawakan karena dianggap lucu, walaupun sebagian orang merasa terganggu.

Sebenarnya latah tidak bisa dikatakan masuk ke dalam penyakit, kecuali jika orang yang menderita latah merasa terganggu. Penelitian juga menemukan bahwa tidak ada gangguan pada otak penderita latah.

Anggapan kuno menyatakan bahwa penderita latah biasanya terjadi pada orang tua. Perempuan yang berpendidikan rendah serta berasal dari ekonomi kelas bawah.

Namun hal itu tidak sepenuhnya benar. Terbukti banyak juga remaja yang mengidap latah, terutama remaja putri. Hal ini juga karena dipengaruhi oleh kelompok teman sepermainan.

Apabila terdapat teman yang latah, kemudian mereka beranggapan bahwa hal itu lucu sehingga bisa mendapat banyak perhatian. Maka tidak menutup kemungkinan teman – teman yang lain akan mengikuti. Sejauh ini memang mayoritas penderita latah adalah wanita yang berusia 18 tahun ke atas.

Penyebab Latah

Apakah latah menular? Sebenarnya tidak, namun latah bisa terjadi pada setiap orang dan tentunya dapat diatasi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang cenderung tertular karena faktor ikut – ikutan.

Perilaku ikut – ikut tersebut jika dalam psikologi diartikan konformitas, dimana adanya perubahan perilaku atau keyakinan karena adanya pengaruh dari suatu kelompok. Selain itu, Penyebab latah adalah kecemasan atau kondisi jiwa seseorang yang tertekan atau sedang mengalami stres.

Terdapat tiga teori yang menjadi penyebab lahirnya penyakit latah ini antara lain:

Pemberontakan

Seseorang yang latah terkadang bisa mengucapkan hal – hal yang dianggap dilarang tanpa merasa bersalah saat melakukannya. Gejala seperti itu merupakan gangguan tingkah laku yang menuju ke arah obsesif.

Kecemasan

Latah juga bisa disebabkan karena penderita latah memiliki kecemasan terhadap sesuatu hal. Misalnya karena sosok otoriter di sekitarnya, ayah, ibu atau anggota keluarga lainnya. faktor pemicu latah adalah bagaimana pengalaman hidup seseorang saat mengalami stres tersebut.

Pengkondisian

Banyak yang salah paham bahwa latah terjadi akibat ketularan. Padahal hal ini bisa terjadi karena faktor lingkungan. Latah merupakan reaksi natural yang sangat cepat karena adanya stimulus atau rangsangan dari orang lain, sehingga penderita sulit mengendalikan dirinya.

Macam – Macam latah

Perilaku latah juga bermacam – macam dimulai dari yang ringan hingga yang dapat membahayakan diri penderitanya. Berikut di bawah ini macam – macam latah antara lain:

Echolalia

Echo berarti pengulangan. Penderita latah akan mengulangi apa saja secara spontan perkataan orang lain.

Echopraxia

Jika echolalia adalah mengulang perkataan, maka echopraxia adalah mengulang gerakan atau perbuatan orang lain.

Caprolalia

Penderita latah jenis ini akan mengucapkan kata – kata yang dianggap tabu bahkan kotor. Biasanya tidak jauh dari alat kelamin.

Automatic Obiedience

Jenis latah yang palig parah, dimana begitu penderita terkejut, mereka secara spontan dan tidak sadar melaksanakan perintah. Mereka tidak dapat mengontrol apa yang ia lakukan dan setelahnya baru tersadar.

Bahaya Latah

Sering Ditipu

Penderita latah akan mudah ditipu sebab terbiasa meniru perilaku orang lain, berbuat seperti orang lain untuk bertingkah laku. Menjadi bahan tertawaan banyak orang.

Citra yang Kurang Baik

Bagi penderita latah jenis caprolalia sering kali dianggap tidak sopan sehingga menimbulkan citra yang buruk di mata masyarakat. Sering kali dikucilkan sebab sebagian orang berpikir mereka dapat membawa pengaruh buruk.

Bahan Lawakan

Latah memang memberikan kesan lucu tersendiri sehingga orang sering kali iseng dengan menggodanya dan menganggap hal ini sebagai lelucon supaya bisa menarik perhatian.

Penderita latah akan dikejutkan berulang – ulang untuk dijadikan bahan lawakan. Tentu akan menimbulkan rasa lelah dan dapat memperparah tingkat latah si penderita.

Pengobatan Latah

Apakah latah bisa disembuhkan? Ya, bisa. Latah biasanya terjadi karena dikejutkan, maka dari itu untuk mengurangi dan menyembuhkan latah, mereka harus menemukan ketenangan hidup. Misalnya, keluar dari rumah untuk menghindari tekanan dari pelaku otoriter atau berganti bidang pekerjaan jika pekerjaan itu justru membuat stres.

Orang – orang di sekitar lingkungannya juga harus mendukung dan memiliki empati sehingga penderita latah bisa sembuh setelah kondisi tenang.

Selain itu, penderita latah juga dianjurkan melakukan relaksasi, meditasi dan konsentrasi secara rutin. Terapi puasa juga cukup populer di eropa dan jika dilakukan secara tepat dan benar dapat membuat seseorang mampu menguasai dan mengendalikan diri. 

Karena latah termasuk dalam hal yang berhubungan dengan psikologis dan perilaku seseorang, maka seseorang dapat melakukan treatment untuk menyesuaikan perilaku baru agar sembuh dari latah:

Behaviory Therapy

Terapi ini bermanfaat untuk membentuk kebiasaan agar seseorang dapat menahan supaya tidak mengeluarkan reaksi saat dikejutkan. Untuk mendukung keberhasilan terapi ini, perlu adanya pemberian reward atau hukuman bagi penderita.

Cognitive Behavior Theraphy

Terapi ini bisa menjadi cara untuk menghilangkan latah dengan cara mengubah pola pikir penderita latah. Sebab latah juga bisa muncul karena stress atau tekanan.

Hypnotherapy

Hypnotherapy dikenal menjadi cara ampuh karena dengan menggunakan sugesti, hypnotherapy bisa memodifikasi perilaku orang, sikap, dan kebiasaan disfungsional termasuk latah.

Share juga pemikiran kamu di kolom komentar tentang latah. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang yang teredukasi dan mengerti tentang apa dan bagaimana cara penanggulangan latah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *