Fakta dan Mitos Seputar Menopause

Fakta dan Mitos Seputar Menopause

Menopause adalah proses biologis dan psikologis yang terjadi dalam kehidupan setiap wanita. Ditandai dengan akhir menstruasi, wanita pada usia tertentu akan mengalami penuaan indung telur sehingga tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan akan hormon estrogen dan progesteron yang berpengaruh pada siklus menstruasi.

Estrogen dikenal sebagai hormon wanita yang utama bersama dengan progesteron, seperti vagina, uterus, dan organ wanita lainnya tergantung keberadaan estrogen pada tubuh sampai usia dewasa. Pengaturan estrogen membuat terjadinya perubahan setiap bulannya dan mempersiapkan uterus untuk terjadinya kehamilan.

Sebelum memasuki masa menopause biasanya wanita akan mengalami masa perimenopause yang berlangsung selama beberapa tahun. Menopause merupakan hal yang tidak bisa dihindari oleh setiap wanita.

Memasuki masa menopause selain berhentinya siklus menstruasi, wanita juga akan mengalami banyak perubahan tubuh. Seperti perubahan fisik, hormon, serta kondisi psikologis. Namun tak sedikit mitos yang kerap dianggap sebagai pengetahuan umum mengenai menopause yang tidak sesuai dengan faktanya, antara lain:

Menopause Membuat Gemuk

Banyak yang mengira jika sudah berhenti dari menstruasi membuat tubuh menjadi melar atau gemuk. Hal ini hanyalah mitos, sebab belum ada penelitian yang membuktikan hal ini.

Nyatanya, terkadang makanan yang dipilih serta aktifitas fisiklah yang dapat mempengaruhi kegemukan saat menopause. Untuk menghindari kegemukan, seseorang harus tetap rutin berolahraga seperti jogging, berjalan cepat, berenang atau bersepeda serta menjaga pola makan.

Menopause Dimulai Pada Usia 50 Tahun

Umumnya wanita memasuki masa menopause pada usia 45 sampai 55 tahun. Namun dalam beberapa kasus juga terdapat pula wanita yang sudah mulai mengalami menopause pada usia 30 tahun dan yang paling lama menopause usia 60 tahun.

Faktor yang juga mempengaruhi menopause lebih awal dari biasanya dikarenakan konsumsi makanan yang sembarangan.

Jika ingin mencegah menopause lebih awal dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat seperti berhenti merokok, serta mengkonsumsi makanan yang baik misalnya sejak masih muda rajin mengkonsumsi seperti kedelai, kacang merah, bengkoang, atau pepaya.

Secara teknis, wanita dianggap menopause adalah setelah tidak lagi mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut – turut. Kemudian dianggap perimenopause.

Gejala Menopause Hanya Dari Fisik

Sulit untuk mengetahui gejala fisik dari wanita yang telah memasuki masa menopause seperti nyeri di bagian payudara dan bagian alat vital yang kering. Semua perubahan tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh kondisi mental dan suasana hati.

Menopause terjadi karena wanita tidak lagi memproduksi cukup estrogen dan progesteron.

Menopause Menyebabkan Inkontinensia Urin

Inkontinensia urin adalah gangguan yang lebih sering terjadi pada wanita yang pernah melahirkan daripada yang belum pernah melahirkan. Ini disebabkan karena perubahan otot dan fasia di dasar panggul.

Meskipun antara 10 dan 30 persen wanita berusia antara 50 sampai dengan 64 tahun, pernah mengalami inkontinensia urin. Namun bukan berarti ini adalah efek dari kondisi menopause.

Menopause Dapat Membunuh Dorongan Seksual

Penurunan kadar estrogen dapat menyebabkan kekeringan pada vagina, akan tetapi dengan sendirinya bagian ini dapat membuatnya lebih baik. Banyak wanita yang menemukan rasa baru, membuat mereka justru lebih percaya diri dan di usia setengah baya mereka akan mulai memfokuskan perhatiannya pada kebutuhan biologisnya sendiri.

Maka dari itu seseorang diwajibkan untuk lebih memperhatikan vagina dengan memperhatikan makanan sehat dan berolahraga.

Alami Depresi Saat Menopause

Fakta mengatakan bahwa saat seseorang telah mengalami masa menopause mereka justru tidak mengalamai masalah terkait dengan mood. Penelitian menyebutkan, pada usia 45-55 adalah massa terbaik bagi kehidupan perempuan.

Jikapun ada perasaan tersinggung biasanya dikarenakan faktor hormon, pola tidur yang kurang baik, efek samping dari obat atau permasalahan dengan kadar tiroid.

Menopause Dapat Merusak Kulit

Menopause bukanlah menjadi penyebab rusak dan rapuhnya kulit. Melainkan umumnya karena faktor seperti sinar matahari, merokok atau genetika. Maka dari itu untuk menjaga agar kulit tetap terawat gunakan tabir surya saat keluar rumah pada siang hari dan jauhi asap rokok.

Menopause Akan Mengalami Osteoporosis yang Sangat Parah

Faktanya memang saat memasuki masa menopause, seseorang akan mengalami kadar penurunan estrogen sehingga kepadatan tulang juga menurun drastis. Namun hal ini tetap dapat dikendalikan degan persiapan yang matang di awal. Caranya dengan mencukupi kebutuhan kalsium dan mineral, serta rutin berolahraga.

Setiap Orang yang Mengalami Menopause Membutuhkan Terapi Hormon

Faktanya, mayoritas wanita yang memasuki masa menopause justru tidak melakukan terapi hormon karena merasa berbahaya. Beberapa dokter juga mengatakan tentang potensi bahaya, antara lain mencakup peningkatan risiko kanker payudara dan masalah kardiovaskular.

Wanita Menopause akan Mengalami Gejala Hot Flashes

Hot flashes memang sering menyerang wanita yang memasuki masa menopause, namun tak semua mengalami hal tersebut. Biasanya wanita yang mengalami hot flashes akan merasakan hangat secara tiba – tiba yang berlangsung di sekujur wajah, leher dan dada. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan. Hot flash dapat berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit.

Share juga pemikiran kamu di kolom komentar tentang menopause. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang yang teredukasi dan mengetahui fakta dan mitos terkait menpause.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *