Cara Mengetahui Potensi Dasar Anak Agar Menjadi Orang Hebat

Cara Mengetahui Potensi Dasar Anak Agar Menjadi Orang Hebat

Benjamin S. Bloom dalam karya ilmiahnya yang berjudul Stability and Change in Human Characteristic membuktikan bahwa 50% dari kemampuan belajar seseorang ditentukan dalam 4 tahun pertamanya. 30% lainnya dikembangkan dalam usia ke delapan. Lainnya yang seseorang pelajari dalam hidup akan dibangun diatas dasar tersebut.

Apakah kamu tahu kelima orang – orang ini? Rudi Hadisuwarno, Rudi Salam, Rudi Choiruddin, Rudi Hartono dan Bacharuddin Jusuf Habibie. Kelima orang tersebut memiliki kesamaan nama yaitu Rudi tapi tahukah kamu diantara kelima nya mana yang lebih hebat? (Kamu bisa lihat prestasi kelima orang ini di google). Tentunya jawabannya akan berbeda antara satu orang dan yang lainnya bergantung cara pandang atas kriteria masing – masing yang bisa didefiniskan sebagai orang hebat.

Rudi Hadisuwarno adalah ahli tata rambut, Rudy Salam merupakan seorang aktor, Rudi Choiruddin adalah seorang selebriti chef, Rudi hartono merupakan seorang atlet bulu tangkis dan BJ Habibie adalah seorang pakar dibidang teknologi penerbangan dan mantan presiden Indonesia.

Bila kriteria hebat itu terkait kepada hasil karya atau kemampuan memecahkan masalah, maka tentu kelima Rudi ini adalah orang – orang yang hebat. Tapi tentunya mereka hebat dibidang nya masing – masing, karena masing – masing dari mereka adalah pribadi yang unik.

Mereka merupakan contoh orang – orang sukses dan hebat dibidang nya masing – masing. Untuk itu merupakan suatu kesalahan dan tidak adil sekali jika membandingkan seseorang yang hebat di suatu bidang dengan seseorang lainnya yang hebat dibidang lainnya. Sebagai contoh BJ Habibie tentu tidak akan bisa memasak seenak Rudi Choiruddin, ataupun Rudi Choiruddin tidak akan pernah bisa menang bermain bulu tangkis melawan Rudi Hartono. Begitupun anak memiliki kekhasannya dan keunikannya sendiri, akan sangat disayangkan jika harus dibanding – bandingkan dengan anak lainnya yang sedikit lebih baik disuatu bidang dan itu tidaklah adil.

Setiap anak memiliki potensi yang menjadikan bekal bagi anak tersebut menjadi orang hebat nantinya. Tiap anak itu unik dan tentunya hebat di bidang tertentu, untuk itu orang tua perlu mengidentifikasinya kehebatan anak sedini mungkin. Orang tua perlu mengetahui setiap anak itu hebat dan berhak sukses dibidangnya masing – masing.

Tuhan telah menciptakan manusia dengan tujuan yang sama. Yaitu menjadi hamba, dapat memakmurkan bumi, mengabdi dan beribadah kepada Tuhan semesta alam. Walaupun tiap manusia memiliki tujuan yang sama namun dalam pengimplementasiannya dapat dilakukan dengan cara yang berbeda – beda. Setiap manusia memiliki peran dan kadarnya yang berbeda – beda di bumi ini sesuai dengan tugas penciptaannya.

Salah satu tugas orang tua yaitu mengenali potensi dan memfasilitasi anak agar dapat terus berkembang dan memiliki amal terbaik sepanjang hidupnya. Memfasilitasi dan mengarahkan anak atas suatu hal berdasarkan potensi yang anak miliki akan menjadi dasar berupa passion yang anak tersebut akan kejar dalam hidupnya.

Manusia memiliki 200 miliar sel otak dan dapat menyimpan 100 milyar bit informasi dengan kecepatan berpikir 450 km/jam, ini sungguh hardware yang sangat luar biasa yang dimiliki manusia yang diberikan oleh Tuhan sang maha pencipta. Untuk itu tidaklah patut jika ada orang tua yang meragukan kemampuan anak. Faktanya adalah tidak ada anak yang terlahir bodoh, yang ada hanyalah orang tua yang belum mengenali sepenuhnya anaknya sendiri. Belum mengenali potensinya dan bagaimana mengasah potensi – potensi tersebut.

Mengetahui potensi anak itu sangatlah penting, jika tidak, akan dipastikan mendapatkan kerugian yang tidaklah sedikit. Setidaknya ada tiga kerugian yang didapat yaitu kerugian materi, kesempatan yang hilang dan kesehatan. Sebagai contoh ketika salah mengambil jurusan, sehingga anak harus mengambil jurusan yang lain atau bisa jadi di DO. Kedua, hilangnya kesempatan, akan selalu ada kesempatan yang melibatkan potensi anak dan masa depannya dengan waktu terbatas tapi anak tidak diambil karena tidak tahu potensinya sendiri. Ketiga, kerugian dari segi kesehatan, tentu anak akan stres sekali jika dia melakukan sesuatu yang bukan passion dan potensinya yang akhirnya mengarah kepada kesehatan fisik dan mental anak.

Berbicara tentang potensi, menurut KBBI potensi adalah kemampuan; kesanggupan; daya yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. Potensi ada juga yang sifatnya permanen dan bawaan dari lahir, ini disebut potensi genetik. Potensi genetik ini adalah daya atau kekuatan yang dimiliki sejak lahir dan bukan dari faktor lingkungan.

Ada harga yang harus dibayar mahal oleh orang tua jika memaksakan sesuatu yang bukan passion dan potensi anak. Padahal di jaman sekarang sudah ada pakar pendidikan atau psikolog yang mampu mengenali potensi seseorang. Mereka memiliki instrumen yang telah dikembangkan demi mendapat informasi yang akurat mengenai potensi seseorang.

Biasanya instrumen penelitian kebanyakan menggunakan pena dan kertas, namun hal ini hanya untuk mengukur hal yang sifatnya fenotif. Fenotif adalah karakteristik yang dapat diobservasi atau diamati. Fenotif ditentukan dari genotif dan lingkungan dari suatu individu. Fenotif merupakan interaksi dari genotif dan lingkungan. Genotif hanya dapat ditentukan oleh tes biologis dan bukan dari observasi.

Potensi genetik yang merupakan genotif adalah cetak biru (blueprint) dari Tuhan, yang menggambarkan potensi dasar yang dimiliki seseorang. Potensi genetik ini berperan sebesar 20% dalam fenotif dan 80% lainnya dipengaruhi oleh lingkungan. Walaupun hanya 20%, potensi genetik merupakan dasar dan suatu yang tidak berubah, menjadi dasar dan salah satu penyebab 80% lainnya. Hal ini sesuai, seperti dalam hukum low of the vital few.

Karena potensi genetik hanya dapat dilihat dengan tes yang sifatnya biologis dan bukan observasi, maka tes yang menggunakan instrumen kertas dan pena tidak bisa menggambarkan potensi genetik seseorang secara akurat.

Ada suatu teori yang bisa menjelaskan potensi genetik dari seseorang, yaitu teori STIFIn yang ditemukan oleh Farid Poniman. STIFIn melihat simpul syaraf dominan dan seluruh belahan otak seseorang. Menurut teori ini setiap orang memilki jenis kecerdasan dominan tertentu berdasarkan pada belahan otak mana yang dominan dan dari belahan yang dominan tersebut, lapisan mana yang aktif. Ada lima belahan otak manusia, yaitu limbik kiri, limbik kanan, neo korteks kiri, neo korteks kanan dan otak tengah.

Menurut teori STIFIn, seseorang yang sistem operasi diotaknya dominan pada limbik kiri memiliki kecerdasan Sensing, dominan limbik kanan memiliki kecerdasan Feeling, dominan pada neo korteks kiri memiliki kecerdasan Thinking, dominan neo korteks kanan memiliki kecerdasan Intuition, dan dominan otak tengah memiliki kecerdasan Insting.

STIFIn sendiri sebenarnya merupkan akronim dari Sensing, Thinking, Intuition, Feeling dan Insting, yang dalam konsep STIFIn disebut mesin kecerdasan. Jika diibaratkan kendaraan yang arahnya mau kemana tergatung pada kemudinya (drive), drive ditentukan oleh lapisan mana yang aktif dari belahan otak yang dominan. Bila lapisan dalam yang aktif maka akan dilabeli introvert, jika lapisan luar yang aktif dilabeli ekstrovert.

Istilah introvert dan ekstrovert dalam STIFIn berbeda dengan apa yang kita kenal secara umum. Jika dalam pengertian umum introvert dan ekstrovert menggambarkan sifat seseorang yang pengertiannya berdiri sendiri, sedangkan dalam STRIFIn adalah drive (seperti ibarat diatas) dan hanya akan bermaknakan sesuatu jika digabungkan dengan mesin kecerdasan.

Personality Genetic (disingkat PG) adalah saat drive bertemu dengan mesin kecerdasan, contohnya adalah Fi (Feeling introvert) atau Se (Sensing ekstrovert). Fi atau Se adalah salah satu dari PG yang dimana jika diketahui dari seseorang dapat diketahui informasi – informasi seperti berikut antara lain: quotients, tabiat terhadap uang, kemistri, peran, kelebihan, tipologi fisik, pengharapan, cara belajar, minat belajar, pilihan karier, dan lainnya.

Sebagai orang tua tentu kamu akan sangat terbantu jika telah mengenali mesin kecerdasan dan personality genetic anak. Setelah orang tua mengidentifikasi potensi anak, tugas selanjutnya adalah memfasilitasi dan mengembangkan potensi yang tepat bagi anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai bakat alami yang dimilikinya.

TAGS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *