Beginilah Dampak Kasur Kotor Bagi Kesehatan

Beginilah Dampak Kasur Kotor Bagi Kesehatan

Makin maraknya penyebaran virus corona, setiap orang dianjurkan untuk selalu di rumah saja selama tidak ada hal yang mendesak untuk keluar rumah. Di rumah saja, tandanya kamu sering melakukan aktivitas di rumah termasuk di kasur.

Sebagian orang mungkin memanfaatkan waktunya untuk istirahat dengan betah di kasur dan rasanya sulit sekali beranjak dari tempat tersebut. Hal itu juga tidak menutup kemungkinan membuat kasurmu kotor.

Jika tidak dijaga kebersihannya secara berkala, kasur bisa dipenuhi debu, kotoran, jamur, bahkan tungau. Tentu hal ini akan berdampak pada kesehatan tubuh, maka dari itu kamu harus menjaga kebersihan kasur setiap harinya agar tidak menimbulkan beragam penyakit akibat kuman yang menempel.

Berikut ini dampak kasur kotor untuk kesehatan:

Alergi

Segala sesuatu yang kotor pastinya akan menimbulkan dampak alergi termasuk kasur kotor. Hal ini terjadi karena tubuh bereaksi terhadap protein dalam feses tungau.

Tungau banyak tinggal pada debu, dan ketika tertiup angin. Ia bisa saja hingga di kasur atau seprai dan hidup lama di tempat tersebut. Reaksi alergi yang akan muncul biasanya gatal – gatal, muncul ruam, gejala flu hingga asma pada penderitanya.

Infeksi Kuman

Infeksi kuman merupakan dampak buruk dari kasur kotor akibat bakteri yang bersarang di kasur dan akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Penyakit yang bisa muncul karena kasur yang kotor adalah:

Penyakit Skabies

Nama penyakit ini tidak terlalu asing di telinga kita. Penyakit yang disebabkan oleh tungau yang bernama Sarcoptes Scabies. Tungau ini akan membuat galian di sekitar area kulit dan menyebabkan rasa gatal yang hebat pada area tersebut.

Kamu tentu tidak mau kan terkena penyakit ini, maka dari itu kasur kotor haruslah dihindari. Gejala penyakit scabies antara lain gatal – gatal yang akan dirasakan pada malam hari, ada luka yang berbentuk terowongan di kulit dan terdapat lentingan.

Infeksi Jamur

Jamur dapat bersarang di area kasur yang disebabkan oleh keringat yang menempel di kasur sehingga memicu kelembapan. Terutama jika kasur tidak dibersihkan atau dijemur secara berkala.

Asma

Kasur yang dipenuhi debu dapat menimbulkan gangguan pada pernapasan. Penyakit ini akan semakin parah jika tempat istirahatmu tidak dibersihkan.

Rhinitis

Rinitis adalah kondisi dimana kamu akan merasakan hidungmu tersumbat, bersin secara terus menerus. Hal ini terjadi ketika kamu menghirup udara yang dapat menimbulkan alergi.

Gejalanya akan selalu tampak pada hidung. Rhinitis bisa ditimbulkan dari kasur yang kotor dan terdapat tungau di dalamnya.

Lantas Apa yang Harus Dilakukan?

Setelah mengetahui berbagai dampak buruk dari kasur kotor, kamu perlu menjaga kebersihan kasur untuk dapat menghindarinya. Kamu tentu tidak mau kan terkena penyakit yang sudah dijelaskan di atas.

Berikut di bawah ini merupakan beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk tetap menjaga kebersihan kasur.

Mengganti seprai dan sarung bantal secara rutin

Untuk tetap menjaga kebersihan kasur, kamu perlu mengganti seprai dan sarung bantal secara rutin. Cara ini disarankan supaya kamu terhindar dari kuman dan jamur yang menempel pada keduanya.

Menyiapkan Alat Pembersih

Sediakan alat pembersih kasur untuk menghilangkan kotoran pada kasur, misalnya alat penyedot debu, sapu lidi yang diperuntukkan untuk kasur atau kain lap bersih.

Lakukan pembersihan setelah bangun dan malam hari saat ingin tidur.

Gunakan Cairan Disenfektan Khusus Bahan Kain

Pada masa pandemi benda – benda di sekitar pelu disterilkan secara berkala untuk menghindari virus yang kian menyebar luas. Salah satunya dengan menggunakan cairan disenfektan.

Akan tetapi, tidak boleh sembarangan menggunakan cairan tersebut, terutama pada kasur, pilihlah yang cocok untuk bahan kain dan aman bagi kulit dan pernapasan.

Menjemur Kasur

Menjemur kasur di bawah matahari memang terdengar kuno, namun meski begitu. Dengan cara menjemur kasur, dapat menghindari seseorang dari gangguan tungan atau serangga yang tak kasat mata serta debu yang menempel pada kasur.

Jemur kasur selama 4 jam dan bolak balik bergantian setiap 2 jam. Setidaknya lakukan hal ini sebulan sekali.

Jaga Kasur Tetap Kering

Untuk menjaga kebersihan kasur, maka jagalah kasur agar tetap kering. Kasur yang lembap dapat menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan bakteri yang dapat memicu gejala alergi hingga asma.

Disarankan untuk melindungi kasur dari kelembapan dengan memberi penutup kasur sebelum memasang seprai. Hal ini akan membantu melindungi kasur dari noda.

Selain itu kamu juga harus bisa membersihkan kasur dari berbagai macam noda yang bisa membuat kasurmu kotor, jelek dan cepat rusak. berikut di bawah ini cara membersihkan kasur dari berbagai noda:

Noda Cair

Larutkan 3 SDM baking soda, hidrogen peroksida, serta tambahkan satu atau dua tetes sabun pencuci piring cair.

Oleskan larutan noda pada kasur, tunggu sampai kering.

Noda Darah

Campurkan hidrogen peroksida, 1 SDM sabun cuci piring serta garam dapur.

Oleskan pasta noda, tunggu hingga kering, dan kikis pasta yang telah kering dari kasur.

Jika ada noda yang tersisa, gunakan lap yang bersih dengan hidrogen peroksida untuk membersihkan kasur.

Noda dari Cairan Tubuh Lainnya

Bersihkan noda dengan lap putih yang dicelupkan pada cairan amonia.

Bersihkan dengan kain lap baru yang bersih dan lembap.

Taburkan baking soda dan biarkan kering sendirinya.

Itulah beberapa cara menjaga kebersihan kasur agar tidak berdampak buruk pada kesehatanmu. Selalu jaga kebersihan tempat tidur dan rumah agar kamu dan keluarga senantiasa terjaga kesehatannya.

Share juga pemikiran kamu di kolom komentar tentang pentingnya kebersihan kamar dan kasur bagi kesehatan. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang yang teredukasi dan mengetahui pentingnya kebersihan kamar dan kasur bagi kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *